Kebutuhan Pelumas Mesin yang Semakin Kompleks

    M. Bagus Rachmanto - 13 November 2019 13:28 WIB
    Kebutuhan Pelumas Mesin yang Semakin Kompleks
    Ilustrasi. MI/Arya Manggala
    Jakarta: Para pemilik kendaraan umumnya mengenal fungsi pelumas hanya sebagai cairan yang berguna untuk memperlancar putaran komponen di dalam mesin. Padahal, fungsi pelumas tidak sesederhana itu. Selain mencegah terjadinya gesekan antarlogam yang bergerak, pelumas berfungsi sebagai pendingin dengan menyerap panas dari komponen mesin dan memindahkannya pada sistem pendinginan yang tersedia secara terus-menerus melalui sirkulasi sebelum ditampung dalam bak oli.

    Melalui sifatnya yang licin, pelumas juga berfungsi mencegah kemacetan ring piston sekaligus berfungsi sebagai penyekat atau perapat untuk mencegah kebocoran kompresi dari komponen utama mesin tersebut. Fungsi lainnya ialah sebagai pembersih mesin dengan adanya zat detergent additive dan dispersant yang dikandungnya.

    Detergent additive berfungsi membersihkan dan mencegah kotoran menempel pada dinding bagian dalam mesin yang dilewati cairan pelumas. Menurut dosen Fakultas Teknik Mesin Universitas Mercu Buana Ade Firdianto M Eng, zat aditif dispersant dibutuhkan agar kotoran tidak menggumpal. Zat itu membuat kotoran yang terbawa pada cairan pelumas terdispersi merata dan mudah disaring oil filter sehingga tidak menyumbat sirkulasi.

    Dispersant juga berfungsi mencegah terbentuknya lumpur atau deposit di dalam ruang mesin. Agar tidak berbusa, lanjut Ade, pelumas juga dilengkapi aditif anti-foam. "Busa yang terbentuk akan mengganggu kinerja pompa oli sehingga sirkulasi pelumas ikut terganggu dan otomatis mengganggu kinerja pelumasan," ungkap dosen pengajar mata kuliah bahan bakar dan pelumas, seperti dikutip Mediaindonesia.com. 

    Pelumas, lanjutnya, juga memiliki zat antioksidan. Zat itu gunanya untuk mencegah terjadinya oksidasi yang berpotensi mengundang terjadinya korosi pada bagian dalam mesin. Dalam hal ini, pelumas berfungsi sebagai katalisator oksidasi. "Zat antioksidan juga berfungsi menghambat rusaknya molekul pelumas pada suhu tinggi," tuturnya. Pelumas juga harus memiliki viskositas atau kekentalan yang stabil pada suhu panas maupun dingin.

    Harus cukup encer saat suhu rendah untuk mempermudah start, tetapi harus tetap memiliki kekentalan yang cukup untuk memberikan lapisan film di antara logam yang bergesekan. Saat suhu tinggi, jelas Ade, viskositas pelumas harus tetap terjaga. Oleh karena itu, penggunaan oli multigrade menjadi pilihan utama seperti oli SAE 10W-40 dan SAE 20W-50.

    Makin kompleks
    Mekanik sekaligus pemilik bengkel Amiaw Motor Sport (AMS), Amiaw, mengatakan fungsi pelumas saat ini semakin kompleks. Hal itu disebabkan mesin kendaraan modern umumnya menggunakan sistem penyetel celah katup otomatis sistem hidraulis yang dinamai Hidraulic Lash Adjuster (HLA). Sistem hidraulis itu mengandalkan oli sebagai salah satu komponen utama. Pelumas, lanjut Amiaw, juga dibutuhkan perangkat turbocharger yang kian populer penggunaannya pada kendaraan penumpang modern.

    "Karena peranan oli yang demikian kompleks, beberapa produsen mobil yang bagus memasangkan alat pendingin oli (oil cooler) untuk membantu mendinginkan dan menstabilkan suhu mesin," ujar Amiaw, beberapa waktu lalu. Sebagai cairan yang berfungsi membersihkan mesin, menurut Amiaw, pelumas itu seperti darah manusia. "Bedanya sel-sel darah manusia dapat berganti dengan sendirinya, sedangkan oli harus diganti karena semakin lama oli akan menjadi kotor dan pekat," tuturnya.

    Mengapa harus diganti?
    "Pelumas itu mengandung banyak zat aditif yang memiliki batas usia pakai. Yang pertama habis masa pakainya karena pemakaian dan kedua habis masa pakai akibat kondisi tertentu misalnya bekerja melebihi batas. Contohnya anak muda yang gemar kebut-kebutan," papar Amiaw.

    Amiaw menambahkan, jika dipaksakan, pelumas dengan kondisi zat aditif yang sudah kolaps itu tidak akan lagi bisa berfungsi seutuhnya sebagai pelumas sehingga tidak bisa lagi melindungi mesin dari keausan. Oleh karena itu, Amiaw menekankan pengguna kendaraan agar secara rutin mengganti pelumas sesuai dengan rekomendasi produsen mesin kendaraan supaya terus bisa diandalkan sebagai alat transportasi. 



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id