Bahan Bakar

    Wacana Langit Biru Pertamina

    Ekawan Raharja - 12 September 2020 09:00 WIB
    Wacana Langit Biru Pertamina
    Kualitas udara di Jakarta sempat membaik di awal-awal masa PSBB DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta



    Jakarta: Masalah polusi di Indonesia merupakan sebuah masalah yang harus dientaskan oleh berbagai pemangku kepentingan bersama-sama. Sebagai penyedia bahan bakar, Pertamina bercita-cita bisa mewujudkan langit biru yang bersih di Indonesia yang minim akan polusi.
     
    Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III PT Pertamina, Eko Kristiawan, menjelaskan cita-cita langit biru ini mereka coba wujudkan melalui penyediaan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas yang bisa diakses oleh masyarakat. Sekarang ini, BBM berkualitas yang ditawarkan oleh perusahaan plat merah tersebut mencakup Pertamax Series mulai dari Pertalite BBM jenis Pertalite (RON 90), Pertamax (RON 92), atau Pertamax Turbo (RON (98). Sementara bagi kendaraan diesel, terdapat Dex Series yang terdiri atas Dexlite dan Pertamina Dex. 
     
    "BBM berkualitas memiliki formula aditif khusus yakni anti karat untuk mencegah korosi, deterjen buat membersihkan deposit di ruang bakar sehingga dapat menghasilkan pembakaran yang sempurna, dan demulsifier untuk menjaga bahan bakar terkontaminasi air," ungkap Eko Jumat (11/9/2020) di acara Ngovid Forwot bersama Pertamina.
     
    Lebih lanjut dijelaskan melalui aditif tersebut, Dengan aditif tersebut, produk bensin dengan angka oktan di atas 90 bisa menghasilkan pembakaran yang sempurna sehingga menghasilkan emisi gas buang yang lebih sedikit. Selain itu, mesin juga lebih terjaga karena menggunakan BBM yang sesuai dengan spesifikasinya.
     
    Wacana langit biru Indonesia ini juga bukan sebuah hal yang tidak mungkin, dan bisa saja terjadi. Hal ini bisa terlihat ketika PSBB Jakarta pada Maret tahun 2020, terlihat langit cerah dan minim akan polusi. Berdasarkan kajian Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Konsentrasi Maksimum Particulate Matters (PM)2,5 menurun sekitar 0,02-35,07 persen di 5 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU). Selama PSBB, semua SPKU juga telah memenuhi Baku Mutu Harian (<65ug/m3).
     
    "Saat ini dimana sebagian masyarakat sudah menggunakan kendaraannya, kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kualitas udara dengan memakai BBM berkualitas. Dengan penggunaan bahan bakar beremisi rendah ini, masyarakat ikut berkontribusi menciptakan udara bersih, lingkungan yang asri, sehat, dan baik bagi keluarga," tukas Eko.

    (ERA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id