Hindari Mengisi Radiator Pakai Air Mineral

    M. Bagus Rachmanto - 30 November 2019 11:06 WIB
    Hindari Mengisi Radiator Pakai Air Mineral
    Kuras air radiator secara berkala cegah karat dan sumbatan. Radiatordiscounters
    Jakarta: Radiator salah satu komponen yang sangat penting pada sistem pendinginan mobil. Untuk mejaga kondisinya selalu tetap prima, maka perlu dilakukan perawatan secara berkala dengan cara menguras air radiator.
     
    Menurut Fahmi mekanik bengkel mobil Fahmi Jaya Motor di bilangan Bekasi Timur, agar radiator awet dan bersih radiator harus dirawat secara rutin, salah satu cara adalah mengganti air radiator minimal setiap 40 ribu kilometer. Atau jika air radiator sudah terlihat keruh.
     
    Untuk melakukan pengurasan air caranya cukup mudah, buka lubang pembuangan yang terdapat di bawah radiator, tapi pastikan kondisinya dalam keadaan yang dingin, setelah dibuka buang air dan diamkan sampai benar-benar habis.
     
    Jika sudah kering, maka Anda dapat menutup kembali lubang pembuangan, dan mengisi radiator menggunakan air yang bersih. Jangan isi radiator dengan air yang kotor atau mengandung minyak, karena bisa bikin kerak dan berkarat.
     
    "Gunakan air yang bersih untuk mengisi radiator yang baru dikuras, air yang mengandung kotoran dan berminyak bisa bikin karat. Kalau sudah berkerak dan berkarat, bisa menyumbat lubang di radiator sehingga sirkulasi jadi tidak lancar," terang Fahmi.
     
    Jika ingin menggunakan cairan khusus pendingin radiator disarankan harus sesuai yang direkomendasikan pabrikan, sehingga lebih optimal penggunaannya dan juga maksimal dalam proses pendinginan mesin.

    President & CEO PT Topindo Atlas Asia, Arief Gunadibrata, menjelaskan air mineral atau air bening biasa, tidak baik untuk radiator. air mineral yang dipanaskan dikisaran suhu 80-90 derajat celcius akan berkerak dan mengendap, ini terjadi di dalam mesin, sehingga bisa menyebabkan karat, sampai terjadinya penyumbatan terhadap radiator.
     
    “Air mineral baik untuk tubuh manusia, tetapi tidak baik untuk radiator mobil, karena air mineral yang dipanaskan pada suhu tertentu bisa bikin kerak sehingga menyebabkan karat,” ujar Arief kepada Medcom.id.

    Dia juga menjelaskan kalau radiator sebaiknya di isi dengan air khusus radiator. Karena air ini tidak mengandung mineral dan tidak akan mengerak.

    “Air yang bagus buat radiator adalah yang dihasilkan melalui proses kondensasi/pengembunan, seperti air dari tetesan AC. Proses kondensasi/pengembunan ini juga dilakukan untuk membuat produk radiator,” lanjutnya.
     
    Diingatkan juga untuk melakukan pergantian radiator secara rutin. Setiap enam bulan atau 40 ribu kilometer, air radiator harus di kuras dan diganti yang baru.
     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id