Industri Otomotif

    Hyundai Ingin jadi Produsen Mobil Listrik Terbesar di Benua 'Biru'

    Ekawan Raharja - 05 Februari 2020 16:12 WIB
    Hyundai Ingin jadi Produsen Mobil Listrik Terbesar di Benua 'Biru'
    Kona listrik akan menjadi jagoan Hyundai di pasar Eropa. Hyundai
    Eropa: Sejumlah produsen mobil listrik muncul belakangan, baik dari pemain lama maupun pemain baru, menawarkan kendaraan yang ramah lingkungan. Hal ini kemudian membuat persaingan mobil listrik semakin sengit, dan Hyundai mendeklarasikan ingin memenanginya.

    Merek asal Korea Selatan itu menargetkan bisa memenangi persaingan penjualan mobil listrik di Benua Biru mengingat perkembangannya yang cukup masif. Sehingga mereka berencana untuk meningkatkan penjualannya Kona Electric sebagai mobil listrik andalannya, bersaing dengan mobil listrik lainnya.

    Salah satu cara yang dilakukan adalah memulai produksi Kona di Republik Ceko pada Maret 2020. Melalui produksi di wilayah Eropa, diharapkan bisa menekan waktu pengiriman serta meningkatkan pasokan Kona mengingat selama ini baru di produksi di Kawasan Ulsan Korea Selatan.

    “Kami mendengarkan konsumen kami dan telah membuat keputusan ini untuk memenuhi meningkatnya permintaan kendaraan listrik di sana,” kata President Hyundai Motor Europe, Dong Woo Choi.

    Kona digembar-gemborkan sebagai model pertama yang bakal dipasarkan di Eropa. Dikatakan bahwa Kona menjadi SUV paling populer di kawasan tersebut, dipadukan dengan jarak tempuh yang jauh. Crossover Hyundai bermesin listrik ini menawarkan dua opsi baterai, paket standar 39 kWh dan yang lebih besar 64 kWh, dengan jarak tempuh hingga 289 km dan 449 km.

    Pihak Hyundai mengklaim dengan memproduksi lebih banyak Kona untuk pasar Eropa tak perlu dibantah lagi, mengingat tingginya permintaan crossover bermesin listrik ini telah melampaui harapan sejak debutnya pada 2018. Di tahun ini, pabrikan mobil asal Korea tersebut berencana untuk menyediakan lebih dari 80 ribu unit mobil tanpa emisi kepada konsumennya di Eropa, diantaranya Kona, Ioniq dan kendaraan fuel cell Nexo.

    Dengan langkah ini Hyundai berharap menjadi pemasok kendaraan tanpa emisi terbesar di kawasan itu dalam 12 bulan ke depan.

    “Dengan semakin banyaknya masyarakat peduli pada efek pada kendaraan pilihan mereka, kami pun melihat potensi yang besar untuk EV di pasar Eropa. Ini mencerminkan pola pikir progresif kami dan akan memperkuat posisi kami sebagai pemimpin dalam mobilitas masa depan,” tambah Dong Woo Choi.

    Di Indonesia, Hyundai juga mulai mempererat cengkraman bisnisnya di tanah air. Selain sudah memperkenalkan Ioniq, mereka dalam waktu dekat akan membangun pabrik di Kawasan Deltamas Jawa Barat.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id