Filipina Jadi Sasaran Ekspor Perdana Isuzu Traga

    M. Bagus Rachmanto - 12 Desember 2019 11:36 WIB
    Filipina Jadi Sasaran Ekspor Perdana Isuzu Traga
    Isuzu Traga memulai ekspor ke Filipina. Medcom.id/M Bagus Rachmanto
    Karawang: Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, meresmikan ekspor perdana Isuzu Traga ke sejumlah negara sahabat di Isuzu Karawang Plant di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, pada hari ini (12/12/2019). 

    "Fokus kerja adalah bagaimana mengurangi impor dan menambah ekspor. Karena ada ekspor perdana Isuzu Traga pada hari ini. Ini yang diharapkan pemerintah. Ekspor semakin naik, sehingga defisit neraca perdagangan bisa rampung. Sehingga bisa tarung dari negara lain pun siap," kata Jokowi di World Premiere Isuzu Traga di Karawang, Jawa Barat.

    World Premiere ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senior Executive Officer Isuzu Motors Ltd - Yoichi Masuda, serta Presiden Direktur PT. Astra International - Bapak Prijono Sugiarto.

    Dikatakan, pada 2015 PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memindahkan pabrik yang sebelumnya berada di Pondok Ungu, Bekasi ke pabrik baru di Kawasan Suryacipta City of Industry di Karawang. Dikatakan pabrik di Karawang memiliki luas lahan 30 hektar dengan kapasitas regular 52.000 unit per tahun dapat dioptimalkan hingga menjadi 80.000 unit per tahun. Di pabrik baru ini, selain memproduksi kendaraan niaga untuk kebutuhan pasar lokal,  pabrik ini disebut menjadi basis produksi kendaraan yang akan diekspor ke berbagai negara, salah satunya Isuzu Traga pick up medium yang lahir di 2018.

    Filipina jadi negara tujuan pertama dari ekspor Traga dengan total 6.000 unit hingga akhir tahun 2020, dengan kontribusi pada devisa Negara diestimasikan mencapai USD66 juta (sekitar Rp926 miliar) per tahun. Pada tiga tahun ke depan, Isuzu Indonesia menargetkan untuk memperluas negara tujuan ekspor Traga hingga lebih dari 20 negara, tidak hanya di Asia Tenggara, namun juga Timur Tengah, Amerika Latin, serta beberapa negara di Afrika. 

    Filipina Jadi Sasaran Ekspor Perdana Isuzu Traga

    Selain itu ini sudah mendapatkan Fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) dari Bea dan Cukai. Kami mendapatkan Fasilitas KITE yang merupakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai melalui Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat. Dengan menggunakan fasilitas ini, impor bahan baku yang diolah, dirakit, dipasang pada barang dan hasil produksinya akan diekspor, diberikan Pembebasan Bea masuk dan PPn Impor tidak dipungut.

    Ekspor Traga ini tidak hanya berdampak pada lingkaran internal dari Isuzu Indonesia saja, melainkan juga pada lingkaran eksternal bisnis. Kegiatan ekspor membutuhkan penambahan supplier hingga total supplier yang terlibat mencapai 119 perusahaan. Secara keseluruhan, ekspor akan memberikan tambahan penghasilan bagi para supplier hingga USD9 juta (sekitar Rp126 miliar) per tahun, serta penambahan omset untuk perusahaan logistik dapat mencapai USD3 ribu (sekitar Rp4,2 miliar) per tahun.

    Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Jap Ernando Demily mengatakan, ekspor ini selain bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi target produksi, juga sebagai bentuk upaya pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar kualitas kelas dunia dan pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi global kendaraan di luar Jepang. Dalam setiap produknya, dan khususnya untuk ekspor Traga ini, anak usaha dari Astra Group ini berjanji untuk terus berusaha memberikan kualitas, biaya serta penyampaian produk yang terbaik agar dapat menjadi basis produksi yang unggul di grup Isuzu dan dunia.

    Merek asal Jepang ini berharap ekspor ini dapat menjadi tonggak baru sejarah di Indonesia dan menjadi batu loncatan serta pembuka yang baik untuk persembahan-persembahan lain dari Isuzu untuk Indonesia dan dunia. 

    Selain Isuzu, sejak Februari 2019, Hino Indonesia juga telah mengekspor kendaraan kategori sasis bus 4 roda berstandar Euro-4. Dimana bus ini akan menjadi bagian dari program peremajaan Jeepney di Filipina. Jeepney merupakan ikon Filipina untuk transportasi massal dan sedang melakukan modernisasi.

    Sampai dengan Juni 2019, Hino Indonesia telah mengekspor sebanyak 80 unit dari total rencana 350 unit sampai dengan akhir tahun 2019. Dengan begitu Hino Indonesia kembali tercatat sebagai yang pertama dan satu-satunya merek dalam negeri, yang melakukan ekspor untuk kendaraan komersial kategori sasis bus.

    Sampai bulan Juli 2019 telah dilakukan ekspor Dutro ke Kamerun, Mali, Burkina Faso, Pantai Gading, Sierra Leon, dan Republik Demokrasi Kongo. Dengan demikian sejak tahun 2010 sampai Juli 2019, total negara tujuan ekspor Hino Indonesia adalah 15 negara. Selanjutnya akan dilakukan ekspor ke negara negara Afrika lainnya, yaitu Republik Kongo, Senegal, Guinea, Guinea Bissau, Chad, Togo, Afrika Tengah, Niger, Benin, Mauritania, Gambia, dan Liberia.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id