Segmen Mobil Komersil Menjanjikan, Suzuki Optimis

    Ahmad Garuda - 18 April 2019 20:40 WIB
    Segmen Mobil Komersil Menjanjikan, Suzuki Optimis
    Suzuki tetap pasang asa besar di segmen kendaraan komersil. Dok, medcom.id
    Jakarta: Segmen kendaraan niaga ringan (komersil), jadi segmen yang sangat diandalkan oleh Suzuki mobil untuk pasar nasional. Segmen ini memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kelangsungan bisnis merek asal Jepang tersebut sehingga bisa bersaing di pasar otomotif nasional. Wajar, jika mereka pasang asa besar dan optimis menaikkan angka penjualan di segmen.

    Jika dilihat dari data penjualan mobil selama 2018, wholesales segmen kendaraan niaga ringan, mencatat angka positif sebesar 107.135 unit, atau tumbuh 11 persen dari hasil penjualan tahun 2017. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) berkontribusi dalam segmen tersebut melalui kendaraan Pick-up andalannya, yaitu Suzuki Carry Pick-Up dan Suzuki Mega Carry Pick-up.

    Dengan capaian wholesales sebesar 53.950 unit, Suzuki mengamankan market share di segmen ini sebesar 50 persen pada 2018. Artinya, bisnis brand tersebut tetap digerakkan secara masif oleh segmen mobil komersil ringan. Setelah itu baru dari segmen mobil penumpang seperti All New Ertiga.

    “Segmen komersial sangat penting untuk membantu pengusaha dalam menjalankan bisnis. Inilah salah satu alasan kami lebih dalam di segmen kendaraan niaga ringan sejak 1976. Dari era itu hingga 2018, total wholesales adalah sebesar 1.254.185 unit. Selama 10 tahun terakhir market share kami cukup tinggi,” jelas 4W Sales Director PT SIS, Makmur.

    Perjalanan mobil niaga ringan berlambang S prisma itu dimulai dari Carry Pick-Up ST10 pada tahun 1976. Kemudian diperbaharui dengan Super Carry ST20 di 1977 dan Carry ST100 pada 1983. Sejarah berlanjut dengan hadirnya Futura Pick-up 1.3 pada 1991, serta bergabungnya lini baru di segmen komersial ini yaitu Mega Carry pada 2011. Terakhir mereka merilis pikap terakhir pada 2017 lalu.

    Mereka mengklaim bahwa trik mereka melalui konsep ILMU (Irit bbm, Lama umur pakainya, Muat banyak, Untung di ujung), diserap cukup baik oleh pelaku bisnis kecil, menengah hingga besar.

    Dengan data penjualan yang cukup mumpuni ini, tentu banyak yang berharap kehadiran versi terbaru mobil pikap itu. Apalagi beberapa produsen otomotif lain, termasuk APM dari Tiongkok (Wuling dan DFSK) sudah memasarkan produk pikap mereka. Tantangan besar justru datang dari Tata Motors.

    Pabrikan asal India ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Selain karena mereka mengusung mesin diesel berdimensi kecil, isu soal irit bahan bakar dan layanan purna jual yang gencar mereka perluas, mulai dilirik oleh banyak pengusaha.

    Namun Suzuki masih diuntungkan, lantaran penggunaan mesin bensin, mereka belum tertandingi, bahkan oleh merek asal Jepang sendiri yaitu Mitsubishi. Apakah Suzuki bakal mengeluarkan mobil pikap versi hybrid atau juga mesin diesel? kita tunggu saja.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id