Keselamatan di Jalan Raya

    Susahnya Mewujudkan Kota Bebas Kecelakaan, Komitmen Harus Besar

    Ahmad Garuda - 17 Desember 2019 16:14 WIB
    Susahnya Mewujudkan Kota Bebas Kecelakaan, Komitmen Harus Besar
    Keselamatan berlalu lintas di jalan raya adalah konsen banyak pihak. medcom.id/Bagus Rachmanto
    Jakarta: Tingginya angka kecelakaan lalu lintas harus jadi kepedulian semua pihak guna menjaga keselamatan di jalan. Lihat saja data kecelakaan yang diungkap Korlantas Polri. Meski setiap tahunnya turun sekitar 1 persen, namun masih relatif tinggi. Polri mencatat sebanyak 98.414 kasus yang terjadi di 2017 telah merenggut sekitar 24.213 jiwa. Sementara di 2016, sedikitnya 25.859 jiwa yang menjadi korban di jalan raya.

    Dari keprihatinan tersebut Adira Insurance melalui program Indonesia Rad Safety Award (IRSA) ketujuh ini tergerak untuk berusaha meminimalisir tingkat kecelakaan di Indonesia. Yaitu dengan mempelopori dalam kampanye gerakan keselamatan di jalan. CEO Adira Insurance, Julian Noor menegaskan Adira Insurance fokus keselamatan di jalan dan terus dilakukan secara konsisten.

    "IRSA 2019 ini mengangkat tema Road Safety Through Smart Mobilty dengan alasan bahwa di era serba cepat ini, sistem tata kelola keselamatan jalan harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perpindahan penduduk yang efektif, efisien, dan terintegrasi dengan penggunaan teknologi yang terbarukan untuk mewujudkan zero accident di Indonesia," kata Julian di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

    Tahun ini adalah tahun ketujuh diselenggarakannya acara ini. Di 2019, tercatat sebanyak 180 kota dan kabupaten yang ikut serta dan kemudian terpilih sebanyak 23 kota dan kabupaten yang menjadi finalis IRSA 2019. 23 finalis terpilih berdasarkan data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan, jumlah fatalitas kecelakaan, dan data pendukung lainnya.

    Tahap berikutnya adalah observasi lapangan dan survei kepuasan pengguna jalan terhadap 23 finalis IRSA 2019, yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengukur kualitas penerapan tata kelola keselamatan jalan di 23 kota dan kabupaten tersebut. Tahap terakhir adalah penjurian dan sharing session yang telah dilakukan pada Oktober lalu di Gedung Kementerian PPN/Bappenas.

    “Yang membedakan dengan tahun-tahun sebelumnya adalah penambahan kategori finalis pada IRSA. Salah satunya kami menambahkan kategori Ibukota Provinsi, hal ini bertujuan untuk semakin meningkatkan kualitas riset agar semakin seimbang antar finalis. Selain itu, hal ini juga merupakan hasil evaluasi pelaksanaan IRSA 2018 dan masukan dari 5 pilar kementerian serta pakar keselamatan jalan dalam forum IRSA 2019 yang telah dilakukan Februari lalu,” ungkap Julian.

    Sebagi informasi, IRSA merupakan bentuk kolaborasi dan sinergitas dengan 5 Pilar keselamatan jalan di Indonesia yang disesuaikan dengan Rancangan Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan, diantaranya Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas RI dan Kementerian Kesehatan.

    Melalui IRSA, lahir program-program inovatif baru yang secara serius diterapkan oleh Pemerintah kota dan Kabupaten untuk diterapkan dalam tata kelola keselamatan jalan. Semangat dari program IRSA adalah memberikan dukungan kepada pemerintah Kota dan Kabupaten agar terus menerapkan pilar-pilar keselamatan jalan di lingkungan pemerintahannya sehingga tercipta keselamatan jalan yang aman dan nyaman.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id