Mobil Bekas

    Kebutuhan Mobil Bekas Turun di Masa Pandemik

    M. Bagus Rachmanto - 16 Mei 2020 11:40 WIB
    Kebutuhan Mobil Bekas Turun di Masa Pandemik
    Bisnis jual beli mobil bekas turun drastis. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
    Jakarta: Tidak hanya penjualan mobil baru, pandemik virus korona juga berdampak terhadap bisnis penjualan mobil bekas di Tanah Air mengalami penurunan yang signifikan.
     
    President Director Mobil88, Halomoan Fischer, menjelaskan penurunan bisnis jual-beli mobil bekas sangat dirasakan oleh mereka. Bahkan dia mengklaim penurunannya pembelian mobil bekas bisa sampai 70 persen.
     
    "Kalau berbicara bulan per bulan, Januari ke Februari 2020 ini ada kenaikan sekitar 7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tetapi masuk Maret ada penurunan hingga 30 persen dibandingkan Februari. Masuk ke April, turunnya lebih dalam lagi kira-kira 70 persen dibandingkan Maret sebelumnya," kata Halomoan Fischer di Jakarta, beberapa waktu lalu.
     
    Dia menyebutkan penurunan di bulan Maret sudah terasa karena virus korona sudah mulai masuk di Indonesia. Beberapa faktor diantaranya yakni masalah pembatasan sosial sehingga konsumen tidak bisa berkunjung ke showroom dan melihat kondisi mobil bekasnya. 

    Masyarakat sudah mulai menahan diri dan imbauan untuk kerja, belajar, dan ibadah dari rumah membuat penjualan mobil mulai turun. "Cabang kita di DKI Jakarta tutup total, tutup gerbang dan tidak melayani tamu. Otomatis langsung jualan turun drastis sejak PSBB," tegasnya.

    Kemudian berlanjut di April, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta mulai berlaku dari Jakarta dan diikuti beberapa daerah lainnya. Hal ini kemudian memaksa dealer mobil bekas mereka harus tutup karena tidak termasuk ke dalam pengecualian PSBB.
     
    "Juga berkaitan dengan pembatasan itu kebutuhan akan mobil kan turun ya. Contohnya  Lebaran, tadinya kan butuh mobil buat mudik, tapi mudik dilarang, udah pasti orang yang butuh mobil buat Lebaran turun atau berkurang," kata Fischer.

    Penyebab lain turunnya permintaan mobil bekas adalah karena banyak bisnis atau situasi ekonomi yang melambat. Hal itu berhubungan dengan daya beli masyarakat sehingga pembeli mobil bekas pun berkurang.

    "Demand turun, dukungan dari lembaga pembiayaan, saat ini dukungan lembaga pembiayaan sangat minim. Saya bisa mengerti ya karena kan mereka konsolidasi ke dalam jadi mereka nggak agresif lagi jualan, tapi konsolidasi ke dalam bagaimana mengamankan customer-customer dia yang sudah dalam masa pembiayaan," ujarnya.

    Setali dengan penjualan mobil bekas, penjualan mobil baru juga diprediksi turun drastis. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan total penjualan di tahun ini hanya berada di kisaran 600 ribu unit, atau mengalami turunan hingga 40 persen.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id