Industri Otomotif

    Mitsubishi Fuso Waspadai Wabah Virus Korona

    Ahmad Garuda - 12 Februari 2020 08:53 WIB
    Mitsubishi Fuso Waspadai Wabah Virus Korona
    Mitsubishi Fuso waspadai dampak wabah virus korona yang bisa membuat permintaan truk dari Tiongkok menurun. Medcom.id/Ahmad Garuda
    Jakarta: Wabah korona yang kian hari semakin santer jadi pembicaraan banyak negara lantaran dianggap sangat membahayakan, mulai diwaspadai. Tak terkecuali dari sisi industri otomotif nasional. Mitsubishi Fuso dalam jumpa persnya di Novotel Cikini, Jakarta menegaskan cukup waspada dengan wabah tersebut.

    Mengingat bisnis mereka bahkan permintaan produk-produk dari Tiongkok cukup besar. Hal ini lantas diakui langsung oleh Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Duljatmono di momen tersebut. Bahwa mereka akan mewaspadai kondisi tersebut.

    "Wabah virus korona yang isunya kian membesar ini, juga bisa berdampak ke sisi bisnis, termasuk buat brand otomotif truk. Tentu hal ini patut kami waspadai, apalagi banyak juga permintaan dari negara Tiongkok. Hingga saat ini, permintaan di MItsubishi Fuso terus meningkat. Tapi ya kami juga harus siap jika permintaan pasar turun akibat wabah tersebut," klaim Duljatmono di momentum yang sama pada Selasa (11/2/2020).

    Luncurkan Varian Baru MDT Fighter FN61FL HD (6x2)
    Ragam strategi pun mereka ciptakan agar produk yang mereka ciptakan sesuai dengan kebutuhan pasar. Salah satu di antaranya adalah menambah varian medium duty truck (MDT) Fighter FN61FL HD (6x2). Varian ini mempunyai spesifikasi 266 daya kuda dengan transmisi 6 percepatan dan panjang rangka hingga 9,8 meter.

    Dengan banyaknya varian Fighter yang ada sejak diluncurkan awal 2019 lalu, kian membuka peluang mereka untuk bertarung dengan kompetitor yang sebelumnya cukup kuat di kelas ini yaitu Hino Ranger.

    "Peluncuran produk baru ini tidak lepas dari sebagian kecil dari strategi kami agar penyerapan pasar terus meningkat. Apalagi didukung oleh sektor pembangunan infrastruktur yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Belum lagi CVO (minyak sawit) yang juga kian jadi solusi untuk campuran bahan bakar yang dikonsumsi truk itu sendiri. Sehingga kami berharap penurunannya pun tak terlalu signifikan."



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id