comscore

Ketagihan, Insentif PPnBM Kendaraan Bermotor Diperpanjang

Ekawan Raharja - 15 Maret 2022 19:00 WIB
Ketagihan, Insentif PPnBM Kendaraan Bermotor Diperpanjang
Sales Suzuki menawarkan XL7 kepada pengunjung JAW 2022. Suzuki
Jakarta: Pemerintah tampaknya ketagihan dengan efek program Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sektor kendaraan bermotor. Berkat relaksasi pajak ini, produksi kendaraan bermotor di tahun 2021 melesat hingga 66,8 persen (year on year).
 
”Hasil capaian program insentif PPnBM DTP terbukti mampu menopang pertumbuhan dan peningkatan produksi kendaraan hingga hampir mendekati pencapaian produksi sebelum terjadinya Covid-19. Kebijakan ini juga mampu menghindarkan terjadinya PHK pada sektor industri otomotif,” papar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, pada pembukaan Jakarta Auto Week (JAW) 2022 di Jakarta, Selasa (15-3-2022).
 
Agus mengemukakan, pemerintah telah memutuskan untuk melanjutkan stimulus PPnBM DTP tahun 2022 untuk dua segmen mobil baru, yaitu Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH) atau lebih dikenal dengan segmen low cost green car (LCGC). Kemudian segmen satu lagi adalah mobil dengan kapasitas isi silinder kurang dari 1.500 cc.
 
”Tujuannya, selain untuk menjaga momentum pemulihan sektor otomotif, juga mengurangi efek market shock akibat perubahan skema tarif PPnBM sesuai amanat PP 73/2019 Jo 74/2021,” jelasnya.
 
Agus menambahkan industri otomotif adalah kontributor utama terhadap PDB industri alat angkutan. Saat ini,terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda 4 atau lebih dengan nilai investasi sebesar Rp139,37 triliun untuk kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun, dan menyerap tenaga kerja langsung sebesar 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut.
 
Pangsa pasar ekspor produk otomotif untuk kendaraan bermotor beroda empat atau lebih, termasuk komponen, telah mencapai lebih dari 80 negara dengan kinerja pada periode tahun 2021 tercatat sebanyak 294 ribu unit kendaraan CBU dengan nilai sebesar Rp52,90 triliun, 91 ribu set CKD dengan nilai sebesar Rp1,31 triliun, dan 85 juta pieces komponen dengan nilai sebesar Rp29,13 triliun.


(ERA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id