Waspada Potensi Bahaya Berkendara di Jalan Tol Cipali

    M. Bagus Rachmanto - 11 Desember 2019 09:28 WIB
    Waspada Potensi Bahaya Berkendara di Jalan Tol Cipali
    Tol Surabaya Mojokerto Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah. MI/Akhmad Safuan
    Jakarta: Jalan tol di Indonesia terus berkembang. Diantaranya dari total 1.150 Km Tol Trans Jawa, sepanjang 933 Km Tol Trans Jawa telah tersambung sepenuhnya dari Merak-Grati (Pasuruan). Tapi yang disayangkan tak sedikit kecelakaan terjadi akibat pengendara memacu kecepatannya melebihi batas di jalan bebas hambatan ini.
     
    Pemudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 diminta berhati-hati saat melintas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Jalur sepanjang 116 kilometer itu rawan kecelakaan. "Memang akhir-akhir ini terjadi banyak kecelakaan," kata Kepala Korlantas Irjen Istiono di kantor Metro TV, Kedoya, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.
     
    Eks Kapolda Bangka Belitung itu membeberkan kecelakaan di jalur Tol Cipali akibat kelalaian pengemudi. Mereka memacu kecepatan terlalu tinggi hingga kelelahan dan ngantuk.

    Penyebab lain disebabkan pelambatan dan muatan berlebih angkutan barang. Dia memastikan hal ini bakal menjadi perhatian Korlantas selama mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. "Patroli-patroli akan ditingkatkan. Warning di malam hari itu juga penting kita lakukan," kata dia.
     
    Istiono menyebut berbagai persiapan telah dilakukan. Dia berharap angka kecelakaan dan kemacetan selama Nataru 2019 turun dibandingkan tahun lalu.

    Penting mewaspadai potensi-potensi bahaya yang mengintai saat berkendara di jalan tol. Tujuannya tak lain agar perjalanan Anda aman dan nyaman, serta selamat sampai tujuan. Untuk itu Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana berbagi tipsnya.
     
    Jaga kondisi fisik pengemudi dan tidak memaksakan diri dalam melakukan perjalanan jauh. Tetap perhatikan waktu istirahat sesuai dengan kemampuan pengemudi dan penumpang (masimal 3-4 jam). Bagi yang membawa balita disarankan maksimal 1-2 jam untuk beristirahat.

    "Tidak disarankan memodifikasi kabin menjadi tempat tidur saat mobil sedang bergerak dengan alasan keamanan, artinya semua penumpang wajib menggunakan safety belt atau sabuk pengaman," kata Sony melalui ketarangan tertulisnya.
     
    Petakan atau atur dimana letak rest area, pom bensin, bengkel serta tempat makan yang diinginkan untuk beristirahat dan merefresh kemampuan fisik, termasuk kendaraan Anda. Kemudian persiapkan kendaraan dan cek secara menyeluruh berikut komponennya, mulai dari kondisi ban, kondisi mesin hingga peralatan pendukung apabila terjadi masalah dalam perjalanan.
     
    "Atur waktu perjalanan dan komunikasikan dengan seluruh penumpang, untuk menyesuaikan kenyamanan pengemudi dan penumpang saat perjalanan," tambah Sony.
     
    Perhatikan kondisi lingkungan, seperti jalan menanjak dan menurun, perubahan cuaca yang kadang extreme, kelembapan udara, maupun angin yang berpotensi mengganggu keseimbangan mobil. Apabila jarak pandang pendek, jangan pernah memaksakan diri, kurangi kecepatan dan cari tempat berhenti yang aman (rest area).
     
    "Kurangi kecepatan dan perhatikan rambu-rambu pada kondisi jalan yang kurang dipahami serta berpotensi salah arah tujuan. Cari informasi melalui media untuk cari tahu alternatif jalan tol yang baru atau belum pernah dilalui," pungkas Sony.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id