Mengenal Sistem Electric Power Steering

    Ekawan Raharja - 17 November 2019 08:31 WIB
    Mengenal Sistem Electric Power Steering
    Fungsi power steering adalah meringankan putaran kemudi saat kendaraan belum berjalan atau berjalan dalam kecepatan rendah. Medcom.id/Ahmad Garuda
    Jakarta: Pengemudi mobil-mobil sekarang banyak dipermudah oleh beragam fitur, salah satunya power steering. Di sekarang ini, fitur untuk meringankan lingkar kemudi ini berkembang dari sebelumnya mengusung sistem hidrolik dan kini sudah mengaplikasikan sistem elektrik.
     
    Electric Power Steering (EPS) adalah teknologi pengganti dari power steering hidrolik. Sebetulnya fungsinya sama yaitu untuk meringankan putaran kemudi saat kendaraan belum berjalan atau berjalan dalam kecepatan rendah.
     
    Secara keseluruhan, ada beberapa perubahan dan keunggulan yang didapat dari sistem ini. Mulai dari sistem yang lebih sederhana hingga kemudahan untuk perawatan.
     
    Perbedaan paling mendasar Konstruksi EPS menggunakan perangkat motor listrik untuk menggerakkan batang steer sesuai dengan sudut putar setir dan kecepatan kendaraan. Motor EPS mengandalkan tegangan dari accu untuk memutar motor EPS, sedangkan power steering hidraulis menggunakan putaran mesin melalui v-belt untuk menggerakkan pompa agar menghasilkan minyak power steering bertekanan tinggi yang nantinya diteruskan ke rack steer yang tersambung langsung dengan roda kedua sisi, sehingga saat kita memutar kemudi akan terasa ringan.
     
    Mengenal Sistem Electric Power Steering
    Konstruksi EPS di Mazda CX-5.

    Selain itu, penggunaan EPS lebih efisien dengan tidak adanya pompa yang digerakkan oleh mesin. Efeknya beban kerja mesin berkurang dan berlanjut kepada konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.
     
    Dari segi perawatan, EPS tidak memerlukan perawatan atau penggantian komponen secara berkala. Hanya perlu dicek secara fisiknya dari kotoran dan kekencangan sambungan kabelnya saat melakukan perawatan berkala kendaraan.
     
    Selain itu, diagnosa kerusakan EPS juga dibantu dengan dilengkapi indikator malfungsi (bentuk kemudi dilengkapi tanda seru). Dalam kondisi normal saat kunci kontak ON, lampu indikator akan menyala dan akan mati sesaat mesin hidup. Saat terdapat malfungsi pada sistem ini, indikator akan menyala saat mesin hidup. Tetapi tidak perlu khawatir dalam kondisi ini mobil masih bisa jalan sampai ke bengkel terdekat, untuk selanjutnya dilakukan diagnosa di bengkel untuk diketahui kerusakannya
     
    Dengan pertimbangan kepraktisan, kemudahan perawatan, dan efisiensi bahan bakar, EPS sudah banyak diadopsi pada mobil-mobil saat ini. Sebut saja Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Mazda CX-5, dan mobil lainnya sudah mengadopsi teknologi ini.


    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id