Peristiwa Unik

    Jeep Wrangler Milik Bupati Karanganyar Gagal Seberangi Sungai

    Widjajadi, Media Indonesia, Ekawan Raharja - 04 Januari 2020 17:00 WIB
    Jeep Wrangler Milik Bupati Karanganyar Gagal Seberangi Sungai
    mobil dinas bupati Karanganyar jenis Jeep Rubicon terpaksa dievakuasi dari dasar sungai Jlantah, setelah gagal dipergunakan susur medan berbatu yang dirancang sebagai bagian dari proyek Waduk Jlantah. MI/Widjajadi)
    Karanganyar: Jeep Wrangler Rubicon merupakan salah satu mobil tangguh yang memang didesain untuk kebutuhan offroad. Namun, siapa sangka kalau mobil ini gagal melewati sungai dan terjebak di sana.

    Kejadian ini dialami oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang ingin meninjau proyek Waduk Jlantah di Jatiyoso, dengan mengendarai sendiri mobil dinas Wrangler Rubicon yang baru diterima sepekan lalu, untuk menyusur sungai Jlantah, Jumat ( 3/1/2020). Sayangnya mobil seharga hampir Rp2 miliar itu malah tersangkut batu dasar  sungai, sehingga tidak bisa meneruskan perjalanan.

    "Ya maksudnya mau menjajal offroad menelusuri sungai, tapi gardan mobil kena batu di sungai curam.Ketimbang gardan mobil kena, ya sudah saya turun saja," tutur Juliyatmono di kawasan proyek Waduk Jlantah, Jatiyoso, dikutip dari Media Indonesia.

    Dari komplek Pemkab di Kota Karanganyar, Juliyatmono masih duduk di samping sopir pribadi. Namun begitu mendekati lokasi yang akan dijadikan proyek Waduk Jlantah, bupati yang juga politisi Partai Golkar ini meminta sopirnya turun dan kemudian mencoba mengendarai sendiri. Dia dengan penuh percaya diri, mengemudi masuk ke sungai melewati jalur yang biasanya digunakan untuk lewat eskavator dan backhoe untuk mengeruk waduk.

    Sejumlah pegawai Pemkab Karanganyar yang ikut rombongan di proyek waduk, sempat memperingatkan, agar tidak memegang kemudi sendiri karena medan sungai berbahaya. Tapi Juliyatmono tetap mencoba mengendarai sendiri.

    Kekhawatiran para pejabat yang menyertai peninjauan proyek waduk jadi kenyataan. Sebab saat mencoba menyusur sungai berbatu itu, mobil berhenti karena kesangkut batu dan mobil malah selip.

    "Ya karena tersangkut batu di medan agak curam, ya sudah. Lebih baik berhenti biar ditarik eskavator," imbuh Juli dengan tawa sumbang.

    Ia mengaku sudah merasa mengoperasikan empat penggerak roda mobil ternyata belum bergerak. Akhirnya karena jika dipaksakan akan merusak gardan, orang nomor satu di kabupaten 'Intan Pari' itu lebih memilih mobil dinaikkan ke atas dengan menggunakan tali seling yang dipasang di excavator.

    Begitu sampai di jalan, mobil rubicon warna merah itu pun masih berfungsi baik. Tidak ada kerusakan mesin dan bisa jalan kembali.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id