Pemerintah Menargetkan TKDN Kendaraan Listrik Sampai 80 Persen

    Ekawan Raharja - 16 Agustus 2019 17:43 WIB
    Pemerintah Menargetkan TKDN Kendaraan Listrik Sampai 80 Persen
    Industri otomotif Indonesia menargetkan bisa menerapkan hingga 80 persen kandungan komponen lokal di kendaraan listrik di roda dua dan roda empat. Medcom.id/Ekawan Raharja
    Jakarta: Pemerintah Indonesia akhirnya memamerkan salinan Peraturan Presiden mengenai kendaraan listrik. Salah satu yang jelas diatur oleh Perpres ini adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di kendaraan listrik berbasis baterai (full listrik).

    Hal ini jelas tercantum pada Pasal 8 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2019. Dijelaskan dengan gamblang bahwa Industri otomotif Indonesia menargetkan bisa menerapkan hingga 80 persen kandungan komponen lokal di kendaraan listrik di roda dua dan roda empat.

    Menurut Pasal 8 Ayat 1 a, TKDN untuk kendaraan bermotor roda dua dan atau empat hingga 2023 setidaknya mengandung 40 persen. Kemudian dari 2024 hingga 2025 harus memiliki kandungan 60 persen, dan 2026 sampai seterusnya harus mencapai 80 persen.

    Berlanjut ke Pasal 8 Ayat 1 b, mengatur TKDN untuk kendaraan listrik untuk kendaraan beroda empat atau lebih. Disebutkan hingga 2021 TKDN harus mencapai 35 persen, kemudian 2022-2023 harus memenuhi minimum 40 persen, berlanjut 2024-2029 harus mencapai 60 persen, dan 2030 hingga seterusnya mencapai 80 persen.

    Pemerintah Menargetkan TKDN Kendaraan Listrik Sampai 80 Persen

    Sedangkan untuk teknis cara penghitungan TKDN akan diatur oleh Kementerian Perindustrian, bekerja sama dengan instansi yang berhubungan. Saat ini Kemenperin belum mengumumkan bagaimana skema tersebut, sesuai dengan yang diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia.

    Kemudian di Pasal 12 juga memperbolehkan diperbolehkan untuk melakukan impor mobil listrik dalam keadaan completely build up (CBU). Hanya saja impor dilakukan dalam waktu dan jumlah terbatas sejak pembangunan fasilitas manufaktur kendaraan listrik dibangun.

    Panduan ini tentu bisa menjadi sedikit acuan para produsen mobil di Indonesia untuk mulai merakit mobil listrik di tanah air. Seperti yang diketahui, ada sejumlah merek yang sudah memamerkan kendaraan full listrik seperti DFSK Glory E3, Wuling E100, BMW i3, hingga Honda PCX.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id