Teknologi Otomotif

    Strong Hybrid, Generasi Kedua Teknologi Hybrid Suzuki

    Ekawan Raharja - 13 Februari 2020 10:01 WIB
    Strong Hybrid, Generasi Kedua Teknologi Hybrid Suzuki
    Teknologi Stong Hybrid milik Suzuki kini gunakan pak baterai lithium-ion. Istimewa
    New Delhi: Suzuki terus berusaha untuk menekan emisi gas buang dengan menghadirkan teknologi-teknologi yang ramah lingkungan. Mereka juga memiliki teknologi hybrid yang dulu dikenal dengan nama Mild Hybrid, dan kini sudah diperkenalkan generasi selanjutnya yakni Strong Hybrid.

    Teknologi Strong Hybrid ini termasuk ke dalam teknologi hybrid karena memanfaatkan motor listrik dan baterai lithium-ion, dan dikombinasikan dengan mesin bakar konvensional (internal combustion engine/ICE). Berbeda dengan Mild Hybrid sebelumnya yang hanya memanfaatkan motor listrik tanpa pak baterai lithium-ion.

    Strong hybrid memiliki motor listrik bernama MGU (Motor Generator Unit) plus baterai lithium-ion yang berfungsi sebagai motor penggerak untuk membantu kerja mesin dan bisa berjalan dalam mode listrik saja. Baterai di sini tugasnya menyimpan daya listrik dan menyalurkan ke MGU untuk mode berkendara tanpa emisi. Selain itu terdapat juga Integrated Starter Generator (ISG) yang penting untuk menyimpan dan menyuplai energi listrik agar mengurangi beban kerja mesin.

    Selain itu, kombinasi MGU dan baterai lithium-ion menghasilkan tegangan listrik 48V. Teknologi ini jelas lebih maju dari pada smart hybrid yang sudah pernah diperkenalkan di Suzuki Ertiga Diesel yang menghasilkan tegangan hanya 12V.

    Urusan mesinnya menggunakan Dualjet K12C 1.200 cc bertenaga 91 PS dan 118 Nm, kemudian jika berpadu dengan motor listrik, lontaran tenaganya naik menjadi 105 PS dan 148 Nm. Tenaga ini setara dengan mesin bensin 1,500 cc konvensional tapi jauh lebih irit karena hasil uji coba konsumsi BBM di Jepang mampu tembus 32 kilometer per liter.

    Uniknya untuk urusan transmisi, mereka tidak memasangkan transmisi manual, otomatis konvensional, atau CVT. Malahan teknologi ini dipadankan dengan Automated-Manual Transmission (AMT) atau juga dikenal Auto Gear Shift (AGS) seperti yang ada di Karimun Wagon R AGS atau Ignis.

    Mode berkendara listrik sangat mempengaruhi efisiensi bahan bakar setinggi itu. Cara kerjanya unik. Sistem mendeteksi kondisi mobil saat sedang berjalan konstan. Otomatis mesin bensin mati dan hanya bergantung pada energi listrik. Namun hanya dalam jarak singkat dan di bawah kecepatan 80 kilometer per jam.

    Sayangnya belum diketahui kapan teknologi ini akan diterapkan karena masih berstatus konsep. Tetapi setidaknya teknologi Strong Hybrid bisa menjadi solusi bagi Suzuki untuk menghadapi regulasi emisi gas buang EURO 6 yang akan berlaku sebentar lagi.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id