Peluang Besar Ekspor Mobil ke Australia, Menanti

    Ekawan Raharja - 13 Maret 2019 13:29 WIB
    Peluang Besar Ekspor Mobil ke Australia, Menanti
    Untuk memenuhi kebutuhan kendaraan roda empat, selama ini Australia mengandalkan impor dari beberapa negara seperti Thailand, Jepang, China, dan India. Medcom.id/Ekawan Raharja
    Jakarta: Indonesia dan Australia baru saja menandatangi perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Melalui perjanjian kerja sama ini, menjadi membuat peluang Indonesia untuk melakukan ekspor otomotif ke negeri asal Kanguru tersebut terbuka lebar.

    Melalui kerja sama ini diproyeksikan mampu membuka lebih lebar peluang menggenjot ekspor mobil listrik ke Australia. Kerjasama ini juga akan memberi peluang Indonesia untuk ekspor mobil listrik dan hybrid ke negeri kanguru tersebut dengan tarif preferensi 0 persen. Penandatanganan itu membuat 6.747 pos tarif barang asal Indonesia akan dibebaskan bea masuknya ke Australia.

    Dalam sepuluh tahun terakhir, industri otomotif di Australia menutup pabriknya karena pasar negara kanguru tersebut dianggap tidak menguntungkan bagi para produsen mobil. Untuk memenuhi kebutuhan kendaraan roda empat, selama ini Australia mengandalkan impor dari beberapa negara seperti Thailand, Jepang, China, dan India.

    “Dengan demikian, potensi pasar otomotif di Australia sebesar 1,1 juta sudah terbuka bagi produsen Indonesia,” ungkap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, melalui keterangan resminya.

    Peluang Besar Ekspor Mobil ke Australia, Menanti

    Berdasarkan tipe, permintaan mobil di Australia, jika digabung mobil penumpang dengan tipe Sport Utility Vehicle (SUV), setiap tahun bisa mencapai 70 persen dari total pasar di negeri tersebut. Mobil penumpang kerap kali diisi jenis mobil sedan ataupun crossover, sedangkan SUV serta mobil komersial yang paling banyak diburu tak lain adalah kabin ganda.

    Daftar merek mobil paling laris di Australia antara lain Mazda 3, Toyota Corolla, Camry, RAV 4, Holden, dan Hyundai i30. Selain itu, mobil-mobil kabin ganda seperti Toyota Hilux, Ford Ranger, serta Isuzu D-Max mencatatkan penjualan yang cukup baik juga. Rata-rata, penjualan Toyota di Australia mencapai 200.000 unit per tahun. Dengan hitungan tersebut, merek asal Jepang itu menguasai rata-rata 17,5 persen pasar otomotif.

    Airlangga menambahkan, saat ini pesaing industri otomotif Indonesia di ASEAN hanya Thailand. Dengan dibukanya CEPA dengan Australia, ditargetkan ekspor otomotif Indonesia bisa melewati Thailand.  Saat ini, produksi Thailand lebih tinggi dari Indonesia yakni sebesar 2,1 juta unit dengan ekspor 1,1 juta unit, sedangkan Indonesia produksinya 1,3 juta unit dan ekspor 346 ribu unit.

    "Persentase ekspor Thailand 53 persen, Indonesia ekspornya 26 persen dan sebagai catatan Thailand sudah memiliki perdagangan bebas dengan Australia, New Zealand, India, Jepang, Peru, dan Chile. Sedangkan Indonesia yang sudah berjalan baru dengan Jepang, Pakistan, Chile, dan ke beberapa di negara Eropa,” pungkas Airlangga.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id