Transportasi Umum

    Perawatan Tak Sesuai, Penyebab Zhongtong Mudah Terbakar

    Ahmad Garuda - 17 Oktober 2019 13:36 WIB
    Perawatan Tak Sesuai, Penyebab Zhongtong Mudah Terbakar
    Perawatan adalah kunci yang membuat bus bisa lebih awet, apalagi bus TransJakarta memang bekerja lebih keras dari bus reguler lainnya. MI/Maulana Ibrahim/Andri Widiyanto
    Jakarta: Wacana soal digunakannya kembali bus Zhongtong untuk armada bus TransJakarta, dianggap sebagai penurunan. Bahkan banyak yang khawatir soal kualitas dan keamanannya di jalan raya. Apalagi, pada era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bus tersebut dihentikan penggunaannya. Ahok memilih menggunakan bus Scania.

    Lalu, benarkah bus tersebut rentan mengalami masalah seperti terbakar? Menurut penuturan kepala teknisi bus Zhongtong, Rizky Okto, bus ini sebenarnya tidak rentan terbakar. Namun karena perawatannya tidak sesuai mekanisme, makanya terjadi masalah karena mesin dipaksakan.

    "Bus tersebut bukan tidak layak operasi seperti yang dianggap selama ini. Namun lebih ke perawatan yang dilakukan oleh PT TransJakarta. Meski dirawat langsung oleh Zhongtong, tapi surat perintah perawatan ada di tangan operator. Sehingga pihak bus pun tidak bisa berbuat banyak dalam hal ini," kata Rizky.

    Lalu komitmen untuk menggunakan kembali bus Zhongtong ini pun bergulir di era Gubernur DKI Anies Baswedan dan dianggap sebagai keputusan yang kontradiksi. Digunakannya kembali bus Zhongtong ini, di satu sisi dianggap kontradiksi, namun di sisi lain, ini jadi pemenuhan janji PPD sebagai pembayaran penalti atau utang 59 bus lagi.
     

    Mengapa Pakai Zhongtong Lagi?

    Sebenarnya penggunaan bus ini ada dalam perjanjian. Sehingga operator tak bisa berbuat banyak. Hanya bisa memastikan kualitas dan spesifikasi bus yang sesuai dengan permintaan dan keamanan.

    Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo, mengatakan pengoperasian bus itu berdasarkan keputusan inkracht Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) atas kontrak wanprestasi Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) tahun 2013 kepada TransJakarta.
     
    Keputusan tersebut ketok palu pada 2018. Dalam keputusan itu, sudah tertera nama merek bus yang digunakan, yaitu Zhongtong. "Unit yang dijalankan versi yang lebih baru, bukan tahun 2013," kata Nadia saat dihubungi medcom.id, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Sekarang tinggal memastikan bahwa TransJakarta melakukan perawatan yang benar-benar sesuai dengan jadwal perawatan berkala. Sehingga tidak terjadi masalah seperti kebakaran karena mesin bus kepanasan.

    Video: ?Sepatu Emas Keenam untuk Messi




    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id