Industri Otomotif

    Mercedes-Benz Tandai 50 Tahun Kebersamaan dengan Replika Benz Patent-Motorwagen

    M. Bagus Rachmanto - 08 Februari 2020 15:00 WIB
    Mercedes-Benz Tandai 50 Tahun Kebersamaan dengan Replika Benz Patent-Motorwagen
    Replika mobil pertama di dunia Benz Patent-Motorwagen. Mercedes-Benz
    Jakarta: Mercedes-Benz memiliki sejarah yang panjang di Indonesia. Tak terasa pabrikan mobil asal Jerman itu telah meramaikan industri otomotif tanah air selama 50 tahun. Usia tersebut, tidaklah muda bagi sebuah merek/brand yang telah melahirkan banyak model ikonik dan penting di industri otomotif dunia.

    Jika berbicara mobil paling ikonik dan bersejarah dari pabrikan yang bermarkas di Stuttgart, Jerman ini, adalah Benz Patent-Motorwagen (Mobil Benz Patent Motor). Merupakan mobil pertama Mercedes-Benz yang dijalankan menggunakan motor berbahan bakar bensin, yang dipatenkan pada Januari 1886. 

    Di Indonesia merek Benz Victoria Phaeton pertama hadir di Pulau Jawa, pada 1894, dimiliki oleh Sultan Solo, Pakoe Boewono X. Sejak itu, Mercedes-Benz dianggap dan dikenal sebagai salah satu luxury brand otomotif di Indonesia. 

    Kini, untuk menandakan 50 tahun eksistensinya di Indonesia, Mercedes-Benz mendonasikan replika mobil pertama di dunia Benz Patent-Motorwagen kepada Museum Nasional Indonesia. Mengambil tajuk "Perjalanan menuju 50 tahun kesuksesan Mercedes-Benz di Indonesia" replika mobil ini akan dipajang dan menghiasi Museum Nasional Indonesia, pada 8-15 Februari 2020.  

    “Kami sangat gembira dapat mendonasikan replika asli mobil pertama di dunia, Benz Patent-Motorwagen, kepada Museum Nasional Indonesia. Mercedes-Benz telah memainkan peran penting dalam sejarah mobilitas di Indonesia karena mobil pertama yang hadir di Indonesia adalah Benz. Dengan donasi ini, kami mendukung Museum Nasional Indonesia dalam menjalankan misinya untuk mengedukasi mengenai wilayah Indonesia dan sejarahnya. Oleh karena itu, kami bangga untuk merayakan 50 tahun Mercedes-Benz di Indonesia dengan berkontribusi pada museum dan upayanya dalam bidang pendidikan dan budaya transportasi”, Presiden Direktur, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, ungkap Choi Duk Jun di Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

    Sebagai tambahan informasi, Benz Patent-Motorwagen terlahir sebagai kendaraan bermotor roda tiga, yang mengusung mesin 954 cc satu silinder empat langkah. Rancangan Benz pada saat itu menggunakan roda yang sangat besar terpasang secara horizontal pada sasis, dengan pertimbangan efek giroskopik dari pemasangan secara vertikal akan mengganggu kemudi dan stabilitas kendaraan.

    Sebagai mobil lawas klasik 'jadul' Benz Patent-Motorwagen disebut memiliki beberapa fitur utama yang ditemukan di sebagian besar mesin pembakaran internal saat ini, termasuk kruk as (crankshaft) dengan penyeimbang, pengapian listrik dan pendingin air. Unit ini dapat menghasilkan tenaga maksimal sebesar 0,55 kW pada 400/menit.

    Pada standar masa itu, mesin tersebut tergolong sangat ringan dengan bobot sekitar 100 kilogram. Campuran bahan bakar dengan udara diproses melalui ‘permukaan’ atau karburator penguapan, sebuah rancangan Benz lainnya yang juga berfungsi sebagai tangki bahan bakar 4,5 liter. Konsumsi bahan bakarnya membutuhkan sekitar 10 liter bensin untuk setiap 100 kilometer perjalanan. 

    Fitur khas lainnya yang dijumpai pada mobil ini adalah bak mesin terbuka, katup intake yang dapat digeser dengan gagang yang eksentrik, katup pembuangan yang dioperasikan oleh cakram cam, pelatuk klep dan pushrod, serta menggunakan sistem pelumasan tetes. 



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id