Industri Otomotif

    Pabrikan Otomotif Langsung Tancap Gas di Masa Transisi

    Ekawan Raharja - 25 Juni 2020 16:00 WIB
    Pabrikan Otomotif Langsung Tancap Gas di Masa Transisi
    Dealer DFSK sudah mulai beroperasi di masa new normal. DFSK

    Jakarta: Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta, secara tidak langsung membatasi operasional bisnis otomotif. Kini memasuki masa transisi dengan sejumlah peraturan baru, pabrikan otomotif langsung tancap gas untuk memaksimalkan kembali operasional bisnisnya.
     
    DFSK kembali memaksimalkan operasionalnya, baik di tingkat kantor pusat hingga dealer, dengan kembali berbisnis seperti sedia kala. Tentu saja seluruh karyawan kantor dan dealer DFSK yang hadir  harus melewati dan menjalankan SOP protokol kesehatan sesuai dengan yang dianjurkan oleh pemerintah.
     
    “Seluruh protokol kesehatan yang diterapkan di lingkungan kantor dan dealer bertujuan untuk melindungi dan menjaga kesehatan karyawan serta konsumen kami. Di tengah Pandemik Covid-19 ini penting rasanya bagi kami semua untuk lebih memperhatikan kesehatan dan menjaga kebersihan agar terhindar dari Virus Corona,” ungkap PR & Digital Manager PT Sokonindo Automobile, Arviane D Bahar, melalui keterangan resminya.
     
    Hingga sampai saat ini, DFSK masih bisa menjalankan bisnisnya di Indonesia tanpa perlu melakukan efisien di sektor-sektor vital. Para karyawan DFSK, baik di kantor pusat maupun pabrik, sudah kembali bekerja dengan normal dan menunjukan komitmen untuk terus bekerja dengan baik.
     
    Penerapan masa transisi ini juga diikuti dengan kembali diizinkannya dealer dan bengkel resmi kendaraan untuk beroperasi kembali. Memasuki pertengahan Juni tahun 2020, DFSK yang telah memiliki 90 outlet resmi tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sebanyak 90 persen outlet-nya sudah kembali beroperasi secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.
     
    Pabrikan Otomotif Langsung Tancap Gas di Masa Transisi

    Begitu juga dengan karyawan BMW Group Indonesia yang sudah mulai kembali bekerja di kantor per 8 Juni 2020. Meski demikian, mereka menerapkan sistem 50 persen kehadiran karyawannya, antara masuk ke kantor dan bekerja dari rumah.


    Rival Mercedes-Benz ini juga kembali membuka semua jaringan dealer resminya setelah sempat ditutup selama PSBB akibat pandemik Virus Corona. Meski demikian, para karyawan dealer dan konsumen harus melewati protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah.
     
    "Kami juga sudah membuka semua dealer resmi BMW dan MINI," ujar Direktur Komunikasi BMW Group Indonesia, Jodie O'tania, melalui teleconference.
     
    Meski dealer sudah kembali beroperasi, namun untuk penjualan online tetap terus dilakukan. Bahkan kata dia, merek asal Jerman ini gencar melakukan kampanye atau promosi di berbagai platform media sosial.
     
    "Kami terus aktif di sosial media, tujuannya untuk tetap berkomunikasi dengan konsumen di tengah keterbatasan yang ada sekarang," kata dia.





    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id