comscore

Tim Piala Davis Indonesia Optimistis Bertahan di Grup 2 Asia/Oceania

17 April 2014 08:49 WIB
Tim Piala Davis Indonesia Optimistis Bertahan di Grup 2 Asia/Oceania
ANTARA/FANNY OCTAVIANUS
medcom.id, Jakarta: Setelah kalah 3-2 dari Kuwait pada Februari lalu, keberadaan tim Piala Davis Indonesia di Grup 2 Asia/Oceania Piala Davis semakin terancam.

Christopher Rungkat cs akan menghadapi partai hidup-mati menghadapi Hong Kong dalam laga play-off Grup 2 yang akan dilangsungkan di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta 25-27 April mendatang.
Kemenangan atas Hong Kong akan membuat Indonesia tetap berada di grup 2. Sebaliknya, jika kalah, Indonesia akan turun peringkat ke Grup 3 Asia/Oceania.

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) menargetkan tim piala Davis Indonesia bisa menyapu bersih Hong Kong dari lima partai yang akan dipertandingkan.

"Kami optimis bisa 'meratakan' Hongkong dan itu bukan hitung-hitungan biasa, tapi juga berdasarkan analisis data yang sudah kita lakukan terhadap kekuatan Hong Kong di Piala Davis," tegas ketua umum PP Pelti Wibowo Suseno Wirjawan, Rabu (16/4).

Empat petenis yang telah ditunjuk untuk memperkuat tim Piala Davis Indonesia antara lain, Christopher Rungkat, Elbert Sie, David Agung Susanto, dan Aditya Hari Sasongko.

Pria yang akrab disapa Maman itu mengatakan, pertarungan melawan Hong Kong merupakan tantangan bagi tim Piala Davis Indonesia untuk meniti jalan kembali ke Grup I Asia/Oceania yang hanya diicicipi sejenak oleh Christopher dan kawan-kawan.

Pelatih tim Piala Davis Indonesia Roy Therik mengungkapkan Indonesia berpeluang untuk menang secara telak dari Hong Kong.

Bermain sebagai tuan rumah dan punya peringkat dunia yang lebih baik, membuat Indonesia di atas kertas mampu mengalahkan Hongkong.

"Tapi Hong Kong juga tidak boleh kita remehkan. Karena, walaupun tidak memiliki rangking, tapi beberapa pemainnya merupakan pemain berpengalaman. Salah satunya Philip King Jeou Yih yang ketika junior bahkan lebih bagus dari Andy Roddick," kata Roy.

Berdasarkan fakta tersebut, Roy menjelaskan, petenis yang diturunkannya merupakan petenis tunggal yang punya karakter menyerang ketika berhadapan dengan petenis berpengalaman. Karena itu, Wisnu Adi Nugroho yang langganan masuk tim Piala Davis, kali ini tidak masuk dalam skuat tim Indonesia karena dinilai memiliki kecenderungan bertahan ketika bertanding melawan petenis berpengalaman.

Roy mengaku belum mengetahui komposisi petenis yang akan diturunkan oleh Hongkong.

"Proyeksi kita masih berdasarkan susunan pemain yang diturunkan ketika melawan Thailand, tapi kita sudah siapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi petenis manapun yang diturunkan Hongkong," ujarnya.

Tim Piala Davis Hong Kong baru akan tiba di Indonesia pada Senin (21/4). Sedangkan drawing pertandingan, baru akan dilakukan pada 24 April mendatang. (Ghani Nurcayhadi)

(BAS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id