• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 17 AGUSTUS 2018 terkumpul RP 12.710.947.522

Jaring Atlet Difabel Berprestasi, Pemerintah Buka SKO Khusus Disabilitas

Pythag Kurniati - 16 Mei 2018 21:59 wib
 Kantor NPC Indonesia di Kota Solo, Jawa Tengah (Foto:
Kantor NPC Indonesia di Kota Solo, Jawa Tengah (Foto: medcom.id/Pythag Kurniati)

Solo: Pemerintah segera membuka Sekolah Khusus Olahraga (SKO) bagi atlet muda penyandang disabilitas. Sekolah ini akan menjaring para atlet penyandang disabilitas yang berpotensi dari seluruh Indonesia.

Ketua Panpel Tenis Meja INAPGOC sekaligus penggagas SKO, Rima Ferdianto memaparkan, dibukanya SKO khusus penyandang disabilitas ini telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

"Setelah menjadi juara umum di ASEAN Para Games Malaysia, kami diterima oleh Presiden Jokowi di Istana. Lalu kami sampaikan," ungkap Rima kepada wartawan di Kantor NPC Indonesia, Jalan Ir. Sutami, Solo, Rabu, 16 Mei 2018.

Rima melanjutkan bahwa mereka menilai regenerasi atlet penyandang disabilitas sangat diperlukan. Oleh karenanya, dibutuhkan sebuah sekolah khusus yang mampu menggembleng para atlet muda.
 

Baca: Nitya Pesimistis Kembali Berduet dengan Greysia


Jokowi yang mendengar saran tersebut, lanjutnya, langsung mengiyakan. Presiden pun sempat menanyakan mengenai alternatif lokasi SKO.

Menindaklanjuti hal tersebut, Menpora Imam Nahrawi kemudian menghubungi mereka. "Lalu kami berdiskusi untuk mematangkan pembentukan SKO bagi penyandang disabilitas," terang Rima.

Mulai Dibuka Juli 2018
SKO bagi penyandang disabilitas dipastikan mulai dibuka Juli 2018. Untuk angkatan pertama, SKO akan menerima 38 atlet muda terbaik dari seluruh Indonesia.

Awal pembukaan, SKO ini mengakomodir empat cabang olah raga. "Yakni atletik, renang, bulu tangkis dan tenis meja. Selanjutnya akan berkembang lagi," imbuhnya.

Tidak semua atlet bisa diterima di SKO khusus penyandang disabilitas. Pihaknya menerapkan persyaratan tertentu bagi para atlet.

Pertama, usia atlet harus berkisar di usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta Sekolah Menengah Atas (SMA). Selanjutnya, para atlet harus memiliki potensi.

"Minimal mereka harus punya prestasi di Peparpenas," terang Rima.
 

Baca juga: Persiapan Asian Games 2018 tak Terpengaruh Aksi Teror


Puluhan atlet muda berpotensi tersebut akan digembleng di Kota Solo, Jawa Tengah. Meski belum memiliki gedung khusus SKO namun Rima memastikan telah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah ramah disabilitas di Solo.

"Pada tahun pertama akan dititipkan di sekolah-sekolah inklusi. Latihannya juga di Solo seperti di Sriwedari dan Tirtomoyo," paparnya.

Biaya pendidikan para atlet, lanjutnya, sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Ke depan, secara bertahap pihaknya dan Kemenpora akan mempersiapkan pembangunan gedung khusus SKO.

Rima menargetkan, dibukanya SKO mampu mendorong atlet-atlet muda penyandang disabilitas untuk mengharumkan nama Indonesia. 

"Target awal mereka bisa mencetak prestasi di ASEAN Youth Para Games. Selanjutnya bisa mengikuti Pelatnas," pungkas Rima.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Jelang Asian Games 2018: Eko Yuli Siap Tampil Maksimal



(ACF)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.