Pekan Olahraga Nasional XX

    Papua "Dikerjai" Sama PON 2020

    Roylinus Ratumakin - 12 Februari 2020 19:22 WIB
    Papua
    Stadion Papua Bangkit (SPABA) salah satu venue yang sudah rampung 100 persen pembangunannya. SPABA sendiri akan menjadi venue pembukaan dan penutupan PON XX. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
    Jayapura: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menetapkan Provinsi Papua sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX pada tahun 2020.

    Penetapan Papua sebagai tuan rumah PON ke XX/2020 ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menpora Nomor 0110 tahun 2014 yang ditetapkan di Jakarta tanggal 3 April 2014 oleh Menpora Roy Suryo kala itu.

    Banyak kalangan mulai pesimistis dengan ditetapkannya Papua sebagai tuan rumah PON XX. Pasalnya proses pembangunan venue dan kesiapan panitia pelaksana PON hingga kini belum sepenuhnya beres. Stadion Papua Bangkit (SPABA), yang merupakan venue utama pembukaan dan penutupan PON yang sudah finis 100 persen pembangunannya.

    Total anggaran yang dibutuhkan Pemprov Papua sebagai tuan rumah PON XX senilai Rp6 triliun. Karena ditambah inflasi 10 persen per tahun selama 5 tahun, maka total biayanya Rp9 triliun sampai tahun 2020.

    Dana anggaran bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan swasta. Papua juga membangun sembilan venue baru dengan rehab, berat dan ringan. Sembilan venue yang dibangun adalah Stadion Papua Bangkit (SPABA), akuatik, Istora PON, lapangan hoki dan kriket, volly indoor, panahan, menembak, sepatu roda, dan motor cross.

    Kini persoalan berdatangan, salah satunya adalah pemotongan anggaran di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dimana dialihkan untuk suksesnya PON. Persoalan lainnya, diambilnya dana Otonomi Khusus (Otsus) yang seharusnya untuk kesejahteraan masyarakat Papua, sebagian digunakan untuk pesta olahraga tertua di Tanah Air itu. Alih-alih, menyukseskan PON, persoalan mendasar masyarakat Papua, seperti pendidikan dan kesehatan masih jauh dari harapan.

    Gubernur Papua Lukas Enembe, kini mulai disibukkan dengan menyukseskan PON XX dan nama Papua dipertaruhkan dalam hal tersebut. Berbagai langkah diakukan, mulai melakukan pertemuan secara intens dengan berbagai kalangan, termasuk kementerian terkait soal penggunaan dana Otsus untuk suksesnya PON XX.

    Imbas Lain Pelaksanaan PON XX Papua

    Ditunjuknya Papua sebagai tuan rumah PON 2020, juga berimbas dengan dihilangkannya dua program strategis di Papua, yakni Program Gerakan Membangun Masyarakat Harapan Seluruh Rakyat Papua (Gerbang Mas Hasrat) dan Program Strategis Pembangunan Kampung  (Prospek) di tahun 2019.

    Papua
    Gubernur Papua Lukas Enembe saat menerima bendera tuan rumah PON XX

    Kedua program ditiadakan karena Pemprov Papua memfokuskan anggaran untuk membangun dan merampungkan sejumlah venue cabang olahraga di Papua.

    “APBD 2019 provinsi lebih fokus pada kesiapan penyelenggaraan PON XX. Sehingga dengan begitu kita harap PON bisa sukses,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe belum lama ini.

    Menurut Gubernur Lukas, Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Provinsi Papua tahun 2019 memang difokuskan untuk mendukung kesiapan dan penyelenggaraan PON XX, sehingga seluruh sumber daya anggaran terserap ke sana.

    Pentingkah PON untuk Papua?

    Gubernur Lukas mengatakan, pentingnya PON Papua, karena selama ini pembangunan di Papua masih tertinggal dan masih ada yang memandang masyarakatnya marginal, alias di nomor dua kan.

    “PON XX merupakan momentum yang tepat bagi bangsa Indonesia dalam mempercepat pemerataan pembangunan di Papua. Selain itu, saya berharap ekonomi kreatif bisa tumbuh, dunia pariwisata hidup dan semakin bergeliatnya pergerakan barang dan jasa di Papua,” kata Enembe.

    Dikatakan, pembangunan prasarana dan sarana cabang-cabang olahraga di berbagai titik daerah, tentu diikuti oleh dukungan pembangunan infrastruktur dasar lain, yang akan mendukung pengembangan wilayah Papua, seperti perumahan, jalan dan jembatan, jaringan air bersih, daya listrik dan telekomunikasi maupun ruang terbuka hijau yang tertata.

    “PON XX ini semakin memperkuat solidaritas sosial antaranak bangsa dari berbagai provinsi, maupun solidaritas sosial di internal penduduk Papua, yang kini berjumlah sekitar 3,5 juta jiwa,” ujarnya.

    Sekretaris Daerah Provinsi Papua Hery Dosinaen mengatakan, pihaknya masih menunggu kementerian dan lembaga terkait soal dana Otsus yang akan dikucurkan untuk melakukan pembangunan dan renovasi sejumlah venue yang ada di Papua.

    “Sudah tidak ada masalah lagi. Saat ini ada beberapa venue yang sedang dibangun dan ada beberapa venue yang akan direnovasi pada tahun ini. Intinya, PON XX akan sukses," tegas Hery.

    Pemprov Papua memastikan akan memakai dana tambahan dari Otonomi Khusus atau Otsus bidang infrastruktur, untuk membangun sejumlah venue.

    “Pengusulan (penggunaan) dana tambahanan Otsus itu sudah dibahas bersama pemerintah pusat. Usulan telah disetujui kementerian terkait,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua Muhammad Musa’ad.

    Musa’ad mengatakan, Pemprov Papua akan menggunakan 38 persen dana Otsus bidang infrastruktur, untuk membiayai pembangunan venue. Pada 2019, nilai total dana tambahan Otsus bidang infrastruktur untuk Provinsi Papua mencapai Rp2,824 triliun.

    “Sejak 2017, 2018 dan 2019, Pemerintah Provinsi Papua telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp4 trilun lebih untuk membangun infrastruktur PON yang ada di empat klaster. Selain digunakan untuk membangun venue PON, anggaran sebesar itu juga dipakai untuk mempersiapkan sejumlah kegiatan ekonomi saat PON XX Papua berlangsung,” ujarnya.

    Video: Menpora Tinjau Fasilitas dan Kesiapan Pelatnas PBSI




    (RIZ)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id