Panitia Olimpiade Tokyo dan IOC Cekcok karena Masalah Finansial

    Antara - 21 April 2020 21:45 WIB
    Panitia Olimpiade Tokyo dan IOC Cekcok karena Masalah Finansial
    Poster maskot Olimpiade Tokyo 2020 sudah terpasang di kereta Jepang. (Philip FONG / AFP)
    Jakarta: Panitia pelaksana Olimpiade-Paralimpiade Tokyo 2020 meminta Komite Olimpiade Internasional (IOC) menghapus salah satu informasi di laman resminya yang mengaitkan komentar Perdana Menteri Shinzo Abe. Menurutnya, informasi itu tidak benar dan bisa merugikan finansial.

    Sebelumnya pada Maret, IOC dan pemerintah Jepang sepakat untuk menunda Olimpiade karena adanya pandemi covid-19. Kemudian pada Senin 20 April lalu, laman resmi IOC merilis sebuah sesi tanya jawab yang salah satu pertanyaannya adalah "dampak finansial apa yang akan terjadi dengan penundaan Olimpiade?"

    Salah satu jawaban yang diberikan IOC saat itu adalah PM Abe pernah berkomentar bahwa Jepang siap menanggung biaya pelaksanaan Olimpade Tokyo yang ditunda. Kemudian, IOC dipercaya untuk mengatur biaya tersebut. 

    "Perdana Menteri Shinzo Abe setuju bahwa Jepang akan menanggung biaya yang harus dipenuhi dalam rangka program kerja sama di tahun 2020 dan IOC akan bertanggung jawab dalam pembagian biaya. Bagi IOC, hal ini jelas akan menelan biaya tambahan sebesar ratusan juta dolar," tulis IOC dalam lamannya.

    Menyikapi hal tersebut, Juru Bicara Olimpiade Tokyo 2020 Masa Takaya menyampaikan bahwa sikap IOC yang mencatut nama perdana menteri tidak etis. Dia lantas meminta IOC segera menghapus informasi tersebut.

    "Kami minta kepada IOC agar nama perdana menteri kami tidak seharusnya dikutip. Ditambah, laman IOC seharusnya tidak menampilkan keputusan yang melampaui kesepakatan antara IOC dan panitia pelaksana," tutur Takaya.

    Panitia Olimpiade Tokyo 2020 juga mengatakan bahwa rincian siapa yang akan membayar biaya tambahan belum pernah dibicarakan antara Abe dan Presiden IOC Thomas Bach. Diskusi keduanya baru menghasilkan keputusan penundaan pada Maret lalu.

    Sebelumnya dalam laporan Kantor Berita Kyodo, PM Abe dikabarkan menyepakati biaya tambahan akibat penundaan Olimpiade Tokyo sebesar USD3 miliar atau lebih dari Rp46,5 triliun. Tapi, Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga langsung membantahnya dan mengatakan PM Abe tidak menyetujui biaya tambahan. (ANT)

    (KAH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id