Sesmenpora: Jangan Buka Luka Lama Dualisme PB ISSI

    Kautsar Halim - 20 Oktober 2020 09:09 WIB
    Sesmenpora: Jangan Buka Luka Lama Dualisme PB ISSI
    Sesmenpora Gatot S Dewa Broto. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
    Jakarta: Pemerintah berharap luka lama perpecahan dan dualisme di tubuh Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI) tak terbuka kembali. Karena itu, Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto meminta semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk menahan diri.

    Gatot menjelaskan, pernyataan itu perlu dilontarkan setelah mendengar adanya pelaksanaan Munaslub ISSI versi Forum Pengprov yang digelar pada 17-18 Oktober kemarin di Jakarta. Menurutnya, tidak ada kevakuman dalam kepengurusan karena Raja Sapta Oktohari masih menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum PB ISSI.  

    "Ini kami netral ya. Kenyataannya tidak ada kevakuman kepengurusan PB ISSI seperti yang dikeluhkan mereka (Forum Pengprov) meskipun Okto sudah menyatakan akan lengser pada Juni lalu. Karena saat tandatangan MoU bantuan dana pelatnas juga dihadiri oleh Oktohari sendiri dan selama ini pelatnas juga di bawah programnya," katanya.

    Untuk itu, Gatot meminta kepada siapapun untuk tidak memanfaatkan situasi yang ada saat ini menjadi polemik baru di cabang olahraga karena pemerintah sangat fokus kepada prestasi.  Menurutnya, satu demi satu persoalan dualisme di tubuh cabor sudah ditangani. Karena itu, jangan sampai masalah PB ISSI meluas hingga berdampak buruk ke prestasi, baik itu di level nasional maupun internasional.

    "Jangan berulang. Mari fokus ke prestasi karena di depan mata sudah ada event internasional yang harus diikuti, jangan pemerintah diganggu dengan isu-isu dualisme cabor lagi," tegas Gatot.

    Gatot juga mengingatkan agar di masa pandemi covid-19 seperti saat ini tidak dimanfaatkan untuk membuat kegaduhan internal. Sebab, Kemenpora juga fokus pada penanganan covid-19 sampai kebijakan terkait protokol kesehatan untuk kegiatan olahraga disosialisasikan.

    "Jangan begini, tidak eloklah. Ketika semua pihak sedang fokus menghadapi pandemi, kok ada yang memanfaatkan dan jadi ramai begini. Kami mohon bila ada masalah silakan dibicarakan secara internal. Karena untuk menggelar Munaslub ada mekanismenya, harus sesuai AD/ART dan prosedural lainnya," ujar Gatot.

    "Jadi kami minta sekali lagi, Munaslub yang saya anggap itu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan jangan diteruskan. Tradisi intern yang membuat dualisme jangan diteruskan, kasihan atletnya karena nanti jadi korban, sudah banyak contoh dari cabor lain," tambahnya menutup.

    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id