Kemenpora dan FORMI Siap Memulai Program Indonesia Bugar 2045

    Rendy Renuki H - 03 Juli 2020 21:44 WIB
    Kemenpora dan FORMI Siap Memulai Program Indonesia Bugar 2045
    Penandatanganan MoU program Indonesia Bugar 2045 antara Kemenpora dan FORMI, Jumat (3/7) (Ist)
    Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) siap memulai program Indonesia Bugar 2045. Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU kedua pihak di Kantor Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Jumat 3 Juli.

    Program ini digagas bertujuan membuat masyarakat Indonesia sadar akan pentingnya menjaga kebugaran dengan berolahraga. Terutama di masa pandemi korona seperti saat ini, sehingga tidak mudah terserang penyakit.

    MoU program Indonesia Bugar 2045 menjadi langkah strategis yang diambil Kemenpora dan FORMI meningkatkan minat olahraga masyarakat. Pasalnya di FORMI banyak bernaung induk olahraga yang biasa menjadi pilihan masyarakat dalam berolahraga.

    "Targetnya melalui olahraga terbangun masyarakat yang bugar, bangsa yang bugar. Jika masyarakat berolahraga teratur dalam jumlah masif, bibit atlet di olahraga prestasi juga akan betambah dan berkualitas," kata Ketua Umum FORMI Hayono Isman.

    "produktivitas masyarakat juga meningkat. Dari survei yang saya terima, contohnya tenaga kerja Vietnam kerja 14 jam belum capek, tenaga kerja Indonesia baru enam jam sudah lelah. Dari situ saja menunjukkan bangsa Indonesia masih belum bugar."

    "Mudah-mudahan hikmah dari Covid-19 ini bugar harus diangkat sebagai target pemerintah yang serius. Karena jika tidak bugar masyarakatnya, ya akibatnya kita rasakan sekarang," lanjut Hayono. 

    Program Indonesia Bugar 2045 ini pun akan dipantau berkala perkembangannya oleh Kemenpora. Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, mengatakan akan mengevaluasi setiap tahun perkembangan program Indonesia Bugar 2045.

    Mulai evaluasi persentase kenaikan target kebugaran di masyarakat yang angkanya masih sedikit. Hingga evaluasi metode pendekatan program tersebut untuk menstimulus minat olahraga di masyarakat agar meningkat.

    "Kenapa harus lama sekali menunggu 2045? Karena posisi sekarang itu presentasi kebugarannya cuma sedikit. Kita punya target dari Bappenas tahun ini presentasinya harus naik jadi 35 persen dari 31 persen tahun lalu," tutur Isnanta.

    "Evaluasi setiap tahun kita akan lakukan, naik tidak derajat kebugaran masyarakat. Naik tidak angka partisipasi masyarakat dan itu akan dihitung oleh Sport Development Indonesia." 

    FORMI sendiri memiliki beberapa induk olahraga yang familiar di masyarakat. Mulai street soccer, bersepeda, senam, jalan sehat, hingga olahraga extreme sport yang makin banyak peminatnya.

    "Karena olahraga masyarakat itu tak tergantung satu-dua cabang saja, tapi tergantung minat masing-masing. Ada yang suka futsal atau street soccer, extreme sport, ada yang suka senam, gowes atau bersepeda, jalan sehat silakan, yang penting bergerak. Karena prinsip dari olahraga masyarakat itu harus menyenangkan," pungkas Isnanta.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id