Prananda Paloh Berharap Andika D'Golden Boy Tetap Rendah Hati

    Muhammad Al Hasan - 01 September 2019 17:28 WIB
    Prananda Paloh Berharap Andika D'Golden Boy Tetap Rendah Hati
    Andika D'Golden Boy (Foto: Medcom.id/Muhammad Al Hasan)
    Jakarta: Petinju Indonesia Andika D'Golden Boy berhasil mempertahankan sabuk juara WBA Asia. Prestasi itu ditunjukkan setelah menang angka atas penantangnya yang berasal dari Filipina, Richard Rosales. 

    Ketua Garda Pemuda Nasdem Prananda Paloh yang hadir menyaksikan duel itu memuji penampilan memukau Andika. Menurutnya, Andika memiliki masa depan yang cerah.

    "Saya mengapresiasi Andika sebagai salah satu atlet muda yang bersinar untuk masa depan," kata Prananda dijumpai usai laga di MGK Kemayoran, Sabtu (31/82019).

    "Tapi saya tetap mengapresiasi lawannya yang cukup tangguh itu. Laga 10 ronde tadi cukup berimbang, tetapi karena teknik Andika lebih baik, akhirnya menang angka," tambahnya.

    Andika memang menang angka cukup tipis atas Rosales. Meski demikian, petinju berusia 23 tahun itu tampil menawan hingga membuat pelipis Rosales berdarah.

    Terkait performa itu, Prananda menilai bahwa Indonesia punya bibit-bibit tinju yang unggul. Anggota Komisi I DPR itu kemudian mengatakan agar talenta lain seperti Andika bisa dibina lebih baik dan mendapat perhatian lebih dari khalayak dan pemerintah.

    "Kemarin ada sedikit tukar pikiran, perhatian pemerintah terhadap dunia tinju profesional masih kurang. Karena kita juga tidak bisa menyalahkan bila anggarannya minim dan seterusnya, tetapi saya melihat potensinya sangat besar," tutur Prananda.

    Putra dari taipan media Surya Paloh itu pun menyoroti beberapa kelemahan pemerintah dalam mengembangkan potensi olahraga tinju. Dia berharap ada perbaikan terstruktur dan sistematis, sehingga talenta seperti Andika tidak terabaikan.

    "Yang masih kurang, selain anggaran misalnya talent scouting, manajemennya dan mungkin etos disiplin dari para atletnya," ujar Prananda.

    Terakhir ia berpesan kepada Andika agar tetap rendah hati jika berada di puncak karier. Menurutnya, petinju yang hebat adalah mereka yang tetap sederhana meski memiliki banyak prestasi.

    "Kebanyakan kalau sudah mulai famous sedikit, mereka lupa diri dan lupa kemudian jatuh dari nol lagi," tutup Prananda.





    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id