Rizky Juniansyah Dinobatkan sebagai Lifter Muda Terbaik IWF

    Kautsar Halim - 19 November 2020 21:33 WIB
    Rizky Juniansyah Dinobatkan sebagai Lifter Muda Terbaik IWF
    Tangkapan layar - Lifter putra Indonesia Rizky Juniansyah mengangkat beban saat berlaga di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual yang digelar dari Lima, Peru, Minggu (15/11/2020). (ANTARA/Shofi Ayudiana)
    Jakarta: Atlet angkat besi Indonesia, Rizky Juniansyah, dinobatkan sebagai lifter remaja putra terbaik oleh Federasi Angkat Besi Internasional (IWF). Prestasi itu didapat berkat pencapaiannya di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual yang berlangsung dari Lima, Peru, 11-15 November lalu.

    Rizky yang tampil di kelas 73 kg itu sukses mendapatkan skor tertinggi dalam penghitungan poin secara keseluruhan ketika upacara penutupan, Kamis 19 November WIB. Dia berhasil unggul tipis dari lifter Bulgaria Nasar Karlos May Hasan yang tampil di kelas 81 kg .

    “Saya telah bertarung dengan selisih waktu 12 jam, saya mengangkat barbel pukul 4:30 pagi. Keberhasilan ini untuk semua Keluarga Angkat Besi di mana pun kalian berada," ucap Rizki dalam tayangan IWF.

    Sebelumnya, pada kejuaraan dunia yang pertama kali digelar online itu, Rizky sukses menyabet tiga medali emas ketika membukukan total angkatan seberat 325 kg yang rinciannya adalah snatch 145 kg dan clean & jerk 180 kg.

    Selain merebut tiga medali emas, lifter berusia 17 tahun itu artinya juga sudah melampaui enam rekor dunia remaja atas namanya sendiri yang diraih pada Kejuaraan Dunia Junior dan Remaja 2020 di Uzbekistan Februari lalu.

    Manajer tim angkat besi Indonesia Sonny Kasiran menjelaskan, penilaian lifter terbaik diambil berdasarkan perhitungan Formula Sinclair. Artinya berat badan dikonversikan terlebih dahulu ke tabel koefisien Sinclair lalu dikalikan dengan total angkatan.

    Dengan prestasi yang diraih Rizky, Sonny yakin bahwa lifter-lifter muda Indonesia juga tak kalah dengan atlet angkat besi negara lain. Ia pun berterima kasih kepada Kemenpora yang sudah mendukung kebijakan PB PABSI yang menggabungkan berbagai kelompok usia atlet dalam melangsungkan pelatnas.

    “Dukungan Kemenpora terhadap pelaksanaan pelatnas tanpa henti sejak persiapan Asian Games dan keberanian kebijakan PB PABSI mengkombinasikan materi usia atlet pelatnas, serta tetap menjalankan pelatnas isolasi karena wabah covid-19 sangat berpengaruh memproses melahirkan atlet-atlet elit muda usia tersebut," kata Sonny dalam siaran persnya. (antaranews.com)





    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id