NOC Indonesia Berharap Mundurnya PM Jepang Tak Ganggu Olimpiade 2020

    Rendy Renuki H - 28 Agustus 2020 22:09 WIB
    NOC Indonesia Berharap Mundurnya PM Jepang Tak Ganggu Olimpiade 2020
    Perdana Meteri (PM) Jepang, Shinzo Abe (Franck ROBICHON / POOL / AFP)
    Jakarta: Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari berharap mundurnya Perdana Meteri (PM) Jepang, Shinzo Abe dari jabatannya tidak mengganggu persiapan Olimpiade 2020 Tokyo tahun depan. 

    Shinzo Abe resmi mengundurkan diri dengan alasan kesehatan dan perlu menjalani perawatan secara intensif. Pengumuman mundurnya PM Abe disampaikan dalam konferensi pers di Tokyo pada Jumat 28 Agustus.

    Menanggapi hal itu, Okto--sapaan Oktohari mengatakan mundurnya Shinzo Abe cukup mengejutkan. Namun, dia sudah berkomunikasi dengan kolega di Kedutaan Jepang terkait kelanjuan Olimpiade 2020. 

    "Kami prihatin dan juga jadi pembelajaran bahwa dia (Shinzo Abe] tahu tidak bisa meneruskan tanggung jawabnya. Ini kita harus bisa ambil hikmah atau pembelajaran dari ini," kata Okto usai menyaksikan latihan Timnas Indonesia U-19 di Stadion Madya, Senayan, Jumat 28 Agustus. 

    "Selain itu ketika saya tanya tentang persiapan Olimpiade semua masih on track bahwa semangat Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade masih seperti yang kemarin karena Bagaimana pun Jepang pasti berjuang semaksimal mungkin untuk menyikseskan Olimpiade ini karena mereka sudah menunggu terlalu lama," sambungnya.

    NOC menurut Okto tetap berkomitmen mendukung Jepang untuk menyukseskan gelaran Olimpiade 2020. NOC bahkan bakal berkirim surat kepada TOGOC (Tokyo Olympic Games Organizing Committee) untuk kelanjutan persiapan Olimpiade 2020 nanti. 

    "Kami berharap mundurnya PM Shinzo Abe tidak mengganggu persiapan Olimpiade. Kami juga akan kirim surat untuk menanyakan apa yang bisa kami bantu kepada Jepang selepas mundurnya PM Abe ini," ujar Okto. 

    Di sisi lain, Okto memastikan bahwa Ibdonesia tetap menunjukkan gestur positif untuk meraih cita-cita menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Terlebih, International Olympic Committee (IOC) masih mengirimkan ungkapan positif terkait pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032

    "IOC memberikan gestur tidak mau melepaskan Indonesia. Saya punya komunikasi khusus di Swiss untuk merepresentasikan kepentingan kita kalau tidak ada COVID-19 kami sudah bolak-balik Swiss ini. Tapi untungnya kami punya representatif konsultan yang ada di sana. Mereka masih sangat tertarik jika Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032," jelasnya. 

    Terkait Jepang, NOC Indonesia berencana datang  langsung ke Jepang sambil menunggu perubahan  jadwal kedatangan pada September mendatang. 

    "Kami ke Jepang untuk melihat persiapan mereka sekaligus membahas terkait Olimpiade 2032," pungkasnya.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id