comscore

Komisi X Desak LADI Perbaiki Manajemen Internal

Rendy Renuki H - 12 November 2021 14:45 WIB
Komisi X Desak LADI Perbaiki Manajemen Internal
Rapat Kerja Bersama Komisi X DPR RI dengan Kemenpora, Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA, dan LADI (Dok. NOC Indonesia)
Jakarta: Komisi X DPR RI mendesak kepengurusan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) memperbaiki manajemen internal.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian saat menggelar rapat kerja bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA), dan LADI, Kamis 11 November 2021.
"Rapat kali ini sangat bagus karena semua anggota memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah dilakukan Kemenpora, Gugus Tugas, dan LADI untuk melakukan percepatan penyelesaian sanksi WADA," kata Hetifah lewat siaran pers NOC Indoneisa, Jumat 12 November 2021.

"Kami mendesak kepengurusan LADI untuk melakukan koordinasi, komunikasi, dan memperbaiki manajemen intenal agar permasalahan seperti sanksi WADA tidak terulang lagi," lanjut Hetifah.

Sementara, Menpora Zainudin Amali berterima kasih kepada Ketua Gugus Tugas sekaligus Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari yang telah membuka jalur komunikasi LADI ke WADA. Dia menekankan bahwa komunikasi menjadi salah satu pekerjaan Gugus Tugas, selain melakukan akselerasi pencabutan sanksi dan investigasi.

"Setelah Ketua Gugus Tugas Pak Okto bertemu WADA dan IOC, kini komunikasi LADI menjadi semakin terbuka. Bahkan hampir setiap hari rapat virtual, seperti tadi pagi dengan SEARADO dan JADA. Hanya saja, pekerjaan yang dilakukan tak bisa sekaligus karena gugus tugas harus mengawal dan mendorong LADI menyelesaikan pending matters guna mempercepat  pencabutan sanksi WADA," ujar Zainudin.

Jika LADI sudah mendapatkan status compliance dan saksi dicabut, Gugus Tugas akan melanjutkan proses investigasi untuk menggali apa yang sebenarnya terjadi sehingga WADA sampai memberikan sanksi.

"Sebagaimana amanat Presiden, Gugus Tugas harus membuka secara transparan hasil investigasi. Saya juga akan menjalankan rekomendasi yang diberikan Pak Okto dan tim," kata Zainudin.
 
Okto menjelaskan ada tiga tantangan yang perlu diselesaikan, yakni komunikasi, administrasi, dan teknis. Terkait komunikasi sudah lancar setelah bertemu langsung dengan WADA. Sedangkan administrasi dan teknis, lanjutnya, akan dikerjakan paling lambat hingga pekan pertama Desember. 

"LADI ke depan harus independen dan modern. Semua administrasi tengah diperbaiki, mulai kewajiban pekerja penuh waktu (full time) dalam strukturisasi, pembentukan AD/ART, serta WADA menyampaikan agar anti-doping ini  dituangkan dalam Undang-Undang agar LADI bisa memiliki pendanaan terbujet," ujar Okto.

"Sementara untuk masalah teknis, Gugus Tugas sudah merumuskan   timeline kerja LADI untuk realisasi test doping plan, yang meliputi in competition testing (ICT) dan out of competition testing (OCT) yang kami harapkan bisa rampung akhir November atau paling lambat awal Desember."

Sementara, Ketua LADI Musthofa Fauzi berjanji akan bekerja cepat memenuhi timeline yang diberikan Gugus Tugas. Ia juga menyampaikan perkembangan pengambilan sampel doping di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2021 Papua.

"Dari 200 sampel ICT di Peparnas, setidaknya sudah 60 persen yang kita telah kerjakan dan sudah diinput di ADAMS (sistem WADA). Kinerja kami disupervisi JADA dan juga dimonitor WADA. Dalam rapat tadi pagi, mereka mengapresiasi kecepatan kerja kami," ujar Musthofa.

(MBM)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id