Jelang Olimpiade Tokyo 2020, Warga Asing Belajar Hadapi Gempa Bumi

    Alfa Mandalika - 28 Januari 2020 21:50 WIB
    Jelang Olimpiade Tokyo 2020, Warga Asing Belajar Hadapi Gempa Bumi
    Simbol Olimpiade di Kota Tokyo. (Foto: AFP/Kazuhiro Nogi)
    Jakarta: Sekitar 200 dari kurang lebih 570.000 orang asing yang tinggal di Tokyo berkumpul di Mushashino Forest Sports Plaza, yang akan menjadi arena sejumlah ajang Olimpiade 2020 Tokyo, guna mengikuti latihan kesiapan bencana.

    Kesiapan menghadapi bencana alam menjadi salah satu perhatian utama penyelenggara Olimpiade Tokyo dalam mempersiapkan pesta olahraga sedunia yang kurang dari enam bulan lagi digelar.

    Ribuan tamu asing diperkirakan akan tiba di Tokyo untuk ajang yang digelar dari 24 Juli hingga 9 Agustus itu dan pihak penyelenggara sadar perlunya menyediakan petunjuk yang jelas dalam bahasa Inggris serta meningkatkan kesadaran tentang apa yang perlu dilakukan jika terjadi gempa bumi atau tsunami.

    Selain menguji simulator gempa bumi, para peserta diajari bagaimana menggunakan tabung pemadam api, berjalan menembus ruangan yang dipenuhi asap, menelepon polisi dalam keadaan darurat dan bahkan gerakan latihan yang dilakukan jika berada di tempat penampungan.

    Lebih dari 30 interpreter, yang menguasai enam bahasa yang berbeda, dikerahkan untuk membantu para peserta yang berasal dari 44 negara.

    "Bagi pemerintah Jepang perlu menggelar kegiatan seperti ini karena sangat membantu warga asing seperti saya. Anak-anak di Jepang sudah diajari di sekolah, tapi kami tidak tahu," kata siswa asal Vietnam Hoa Nguyen yang tinggal di Jepang selama lebih dari satu tahun itu.

    Jepang merupakan salah satu negara yang rawan dari topan dan gempa bumi, dan mengalami rata-rata 1.500 kali guncangan setiap tahunnya, kendati hanya beberapa yang menyebabkan kerusakan maupun menyebabkan korban jiwa.

    Akan tetapi, para ahli meyakini jika terdapat 70 persen peluang gempa bumi besar mengguncang ibu kota Jepang itu dalam 30 hari ke depan. Oleh karena itu, penduduk asing telah menerima semua peringatan dan saran yang diberikan.

    "Saya rasa upaya yang mereka lakukan luar biasa, untuk melakukan persiapan demi persiapan karena tentunya mudah menjalani kehidupan sehari-hari dan tidak merisaukan hal-hal seperti itu," kata duta besar Nicaragua untuk Jepang Rodrigo Coronel.

    "Jadi, pemerintah Tokyo telah melakukan suatu tugas fantastis dengan menggelar kegiatan semacam ini."

    Tahun lalu, penyelenggara Tokyo 2020 menggelar latihan kesiapan bencana gempa bumi di Ariake Gymnastics Centre, arena baru yang dibangun untuk Olimpiade, sebagai salah satu upaya persiapan jelang Olimpiade.

    Penyelenggara jika ingin belajar dari Piala Dunia Rugby tahun lalu, saat topan hebat menyerang daratan Jepang, sehingga memaksa penundaan dari tiga pertandingan di turnamen tersebut.

    Video: Hormati Kepergian Kobe, NBA Tunda Laga Lakers vs Clippers



    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id