Perbasi Usung Naturalisasi untuk FIBA Asia Cup 2021 dan FIBA World Cup 2023

    Rendy Renuki H - 27 April 2021 22:59 WIB
    Perbasi Usung Naturalisasi untuk FIBA Asia Cup 2021 dan FIBA World Cup 2023
    Sekjen PP Perbasi Nirmala Dewi (Dok. Perbasi)



    Jakarta: Pengurus Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) mengusung opsi naturalisasi pebasket untuk tampil di FIBA Asia Cup 2021 dan FIBA World Cup 2023.

    Naturalisasi dinilai perlu agar permainan Timnas basket Indonesia bisa bersaing dengan negara lain. Saat ini, ada dua pemain asing asal Senegal yang bisa diperjuangkan mendapatkan paspor hijau, mereka adalah Dame Diagne dan Serigne Madou Kane.






    Sekjen PP Perbasi Nirmala Dewi berharap kedua pemain itu bisa diproses naturalisasinya demi mengejar prestasi di FIBA Asia Cup 2021 dan FIBA World Cup 2023. Hanya, untuk keputusan di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada Pelatih Timnas Basket Indonesia karena yang lebih tahu tentang kebutuhan tim. 

    "Kita mendorong terus proses naturalisasi mereka. Kami terus komunikasi dengan pelatih, siapa yang akan dipakai untuk menguatkan permainan Timnas. Sebagai induk organisasi kami memfasilitasi kebutuhan tim demi tercapainya target di FIBA Asia Cup 2021 dan FIBA World Cup 2023," ujarnya lewat keterangan resmi, Selasa 27 April 2021.

    Dia menambahkan, ada keuntungan bagi Indonesia saat menaturalisasi keduanya. Ini karena kedua pemain ini masih berusia di bawah 17 tahun. Dengan situasi saat ini, mereka bisa dianggap pemain lokal dengan sistem bapak angkat.

    Dengan demikian, Indonesia masih bisa memainkan pebasket naturalisasi lain. Saat ini, Indonesia memiliki pemain naturalisasi di antaranya Brandon Jawato, Lester Prosper, Ebrahim Lopez, dan Jamarr Johnson. Tenaga mereka bisa dibutuhkan untuk naikkan level permainan agar bisa tembus peringkat delapan besar Asia sebagai syarat tampil di FIBA World Cup 2023.

    Terkait pelaksanaan FIBA Asia Cup 2021, Wasekjen PP Perbasi, Rufiana mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan FIBA. Perbasi juga terus  melaporkan progres kepada FIBA setiap tiga pekan sekali.

    Rufiana menegaskan bahwa gelaran FIBA Asia Cup 2023 juga menjadi portofolio Indonesia untuk bidding tuan rumah Olimpiade 2032. Jika berhasil, peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah multievent empat tahunan dunia semakin besar.

    "Ya, semakin sering Indonesia menggelar ajang internasional, semakin besar peluang Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Untuk itu, kami mohon dukungan kepada semuanya. Tantangan FIBA Asia Cup 2021 ini adalah menggelar kejuaraan di tengah pandemi," Rufiana.

    Sementara, Ketua Umum (Ketum) PP Perbasi, Danny Kosasih mengatakan, pihaknya tidak hanya fokus kepada event internasional, namun juga pembinaan di daerah. Tahun ini Perbasi mencanangkan bisa menggelar Kejurnas, penataran pelatih, wasit, dan kejuaraan 3x3.

    "Untuk program Kejurnas akan segera kami bagikan, yang jadi perhatian saat ini adalah protokol kesehatannya," terang Danny Kosasih.

    Rangkaian event domestik ini rencananya digelar setelah FIBA Asia Cup 2021 karena harus menyesuaikan dengan agenda internasional.

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id