Semua Kontingen di PON Papua Bakal Dikarantina Selama Lima Hari

    Alfa Mandalika - 15 September 2021 17:00 WIB
    Semua Kontingen di PON Papua Bakal Dikarantina Selama Lima Hari
    Tangkapan layar Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman saat hadir dalam acara Diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "PON XX Papua, Bangun Nasionalisme dan Kebersamaan" pada Senin (13/9/2021). ANTARA/Youtube PON XX PAPUA 2021/pri.



    Jakarta: Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman mengatakan setiap kontingen yang turut serta di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua akan menjalani karantina selama lima hari.

    Menurutnya, karantina penting dilakukan sebagai pencegahan penyebaran Covid-19 saat pesta olahraga terbesar di Tanah Air itu berlangsung di Papua pada 2-15 Oktober.

     



    Marciano mengambil contoh saat Jepang sukses menyelenggarakan Olimpiade Tokyo 2020 di tengah pandemi virus corona. Saat itu, Negeri Sakura memberlakukan aturan karantina bagi setiap kontingen yang hadir berdasarkan zona penyebaran Covid-19 dari negara tersebut.

    Untuk zona merah, kata Marciano, Jepang melakukan karantina selama tujuh hari. Kemudian untuk negara yang statusnya ringan, karantina selama tiga hari.

    "Hal tersebut menjadi pertimbangan kami," kata Marciano Norman dalam acara bertajuk "Persiapan Penerapan Prokes Covid-19 PON XX Papua, Bercermin dari Olimpiade Tokyo," yang bergulir secara virtual, Rabu 15 September 2021 dikutip Antara.

    "Namun, untuk sementara kami mengambilkan lima hari karantina untuk seluruh kontingen yang hadir di PON Papua. Mereka juga harus melakukan tes antigen dan PCR," ujar Marciano Norman menambahkan.

    Dalam kesempatan tersebut, Marciano Norman juga mengungkapkan seluruh kontingen yang hadir di PON Papua telah menjalani vaksinasi Covid-19. Kemudian yang terpenting, semua yang berangkat ke Bumi Cendrawasih harus dalam kondisi kesehatan terbaiknya.

    "Sehingga masyarakat di Papua juga aman karena mereka yang datang tidak membawa penyakit," ujar Marciano Norman.

    KONI Pusat terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak termasuk, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

    "Kami meminta bimbingan BNPB selaku Satgas Covid-19, apakah tindakan kami sudah baik apa belum. Kalau belum, kami akan kembali rapat dengan KONI Provinsi agar masukan dari kegiatan hari ini tersampaikan dan PON Papua bisa maksimal," dia menuturkan.

    Penyelanggaran PON Papua akan menerapkan sistem gelembung seperti di Olimpiade Tokyo 2020. Setiap peserta PON Papua harus menaati setiap protokol kesehatan yang berlaku.

    "Jadi dari bandara menuju perkampungan atlet, kemudian dari wisma atlet menuju arena berlatih dan bertanding. Sedangkan pada masa bertanding yang terlibat body contact, para peserta akan melakukan swab antigen terlebih dahulu," pungkas Marciano Norman.

    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id