Rafael Nadal Bantu Spanyol Juarai Piala Davis 2019

    Media Indonesia - 26 November 2019 00:22 WIB
    Rafael Nadal Bantu Spanyol Juarai Piala Davis 2019
    Selebrasi tim tenis Spanyol. (JAVIER SORIANO / AFP)
    Madrid: Spanyol sukses merebut Piala Davis kelimanya pada Senin 25 November dini hari WIB. Prestasi itu diraih setelah menaklukkan Kanada dengan skor 2-0 pada babak final.

    Keunggulan pertama Spanyol diamankan oleh Roberto Bautista Agut yang menaklukkan petenis muda Felix Auger-Aliassime. Saat itu, dia menang dengan skor, 7-6 (7/3) dan 6-3.

    Pada laga kedua, Spanyol langsung menurunkan Rafael Nadal untuk menghadapi Denis Shapalov. Pertandingan itu bisa diselesaikan Nadal dalam dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7/9).

    Kemenangan Nadal memastikan Spanyol membawa pulang Piala Davis 2019. Prestasi serupa diraih Spanyol terakhir kali pada 2011 silam.

    "Saya berhadapan dengan salah satu lawan terberat dan ini menjadi pertandingan terpanjang sepanjang minggu ini. Saya harus menaruh semua energi dalam pertandingan itu," ungkap Nadal usai pertandingan.

    "Jujur, hasil ini jadi akhir musim yang sempurna bagi kita semua. Kami tahu betapa sulitnya memenangkan ini dan betapa sulitnya untuk memenangkannya lagi," lanjutnya.

    Partner Nadal dalam laga ganda, Feliciano Lopez mengatakan bahwa kemenangan ini tidak bisa menjadi nyata tanpa adanya Nadal. Dia bahkan tak segan menyebut Nadal sebagai pahlawan super.

    "Jika anda meminta pendapat saya, saya akan memberitahu anda bahwa dia itu pahlawan super. Dia dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat kita lakukan. Dia orang yang hebat dan pemain tenis yang luar biasa," tambah Lopez.

    Sementara itu, Bautista Agut berkontribusi nyata untuk Spanyol setelah mundur sebelumnya. Dia berhasil memaksimalkan kesempatan emas yang telah diberikan.

    "Saya memiliki kesempatan untuk bermain hari ini karena semua pemain dan seluruh tim telah melakukan upaya yang luar biasa sejak hari pertama. Kemenangan ini terasa luar biasa," pungkas Agut.

    Di sisi lain, Kanada tetap mencetak sejarah meskipun gagal juara karena baru pertama kali menembus final Piala Davis. Mereka bisa saja difavoritkan pada penyelenggaraan selanjutnya karena diperkuat para petenis muda.





    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id