Atlet Panjat Tebing Junior Ikuti Kejuaraan Dunia di Italia

    Ahmad Mustaqim - 23 Agustus 2019 15:56 WIB
    Atlet Panjat Tebing Junior Ikuti Kejuaraan Dunia di Italia
    Enam atlet panjat tebing junior Indonesia yang akan turun di kejuaraan dunia di Italia (Foto: Ist)

    Enam atlet junior pada yang akan turun pada Kejuaraan dunia panjat tebing kategori junior di Italia, akan turun di nomor Boulder dan speed. Salah satu atlet junior yang akan tampil adalah Kiromal Katibin yang sempat memperkuat Timnas Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2018.  


    Yogyakarta: Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirimkan para atletnya dalam kejuaraan dunia kategori junior di Italia. Kejuaraan ini akan berlangsung di Arco, Italia, 22-31 Agustus 2019. 

    Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Koentono Halim mengatakan ada enam atlet junior yang dikirim. Enam atlet itu terdiri dari empat putra dan dua putri. 

    "Mereka akan berlaga di nomor boulder dan speed untuk kategori yang berbeda-beda," kata Halim lewat suara pers yang diterima medcom.id, Jumat, 23 Agustus 2019. 
     

    Baca: Jadwal Pebulu Tangkis Indonesia di Perempat Final Kejuaran Dunia


    Ia menjelaskan, atlet putra junior yang diberangkatkan yakni Adi Mulyono Rahmad, Kiromal Katibin, dan Seto. Lalu, satu atlet akan berlaga di kategori youth A putra yakni I Putu Iwan Putra.

    Kemudian, dua atlet putri yang diturunkan yakni Amanda Narda Mutia dan Egalitaadliyah Baiquni. "Satu atlet akan berlaga di youth A putri yakni Amanda dan satunya di youth B putri yakni Egalitaadliyah Baiquni," ungkapnya. 

    Rombongan atlet itu berangkat ke Italia pada 22 Agustus 2019. Sebelum berangkat, mereka telah melakukan pemusatan latihan di Yogyakarta. Kegiatan itu juga dilakukan bersama para atlet senior. 

    "Persiapan sejauh ini lumayan bagus. Ada TC di Yogyakarta yang bergabung dengan pelatnas senior. Kami ajak mereka untuk jadi lawan latih tanding," ujarnya. 

    Ia berharap pada kejuaraan nanti para atlet bisa mendapat medali, khususnya nomor speed. Meskipun, ada peluang mendapat medali dari nomor lain.
     

    Baca juga: Serang Pria Tua, McGregor Minta Maaf


    "Di boulder meskipun ada peluang, tetapi ada peluang lebih banyak di speed. Karena bisa diukur dari waktu masing-masing peserta," ungkapnya. 

    Ia menambahkan, mereka yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi berdasarkan kemampuan dan peringkat nasional. Pelatih juga mempertimbangkan prestasi pada Asian Youth Championship 2018. 

    "Kami juga memantau catatan waktu para atlet selama ini, terutama speed. Ada batasan waktu yang kami tetapkan. Semoga kami bisa memberikan hasil terbaik dan mereka bisa menjadi atlet yang berprestasi," jelasnya.

    Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

    Video: Alfred Riedl Jadi Pelatih Baru Persebaya




    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id