• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Bintang Asian Para Games 2018

Dulu Ingin Mati dan Frustrasi, Kini Debi Berprestasi

Kautsar Halim - 11 Oktober 2018 07:31 wib
Debi Ariesta berpose dengan medali emas Asian Para Games
Debi Ariesta berpose dengan medali emas Asian Para Games 2018-Medcom.id/Kautsar

Jakarta: Debi Ariesta menjadi salah satu atlet berprestasi Indonesia di ajang Asian Para Games 2018. Hal itu dibuktikannya dengan menyumbang dua medali emas lewat nomor standar perorangan dan beregu putri B1 di venue Cempaka Putih Sport Hall, Rabu 10 Oktober 2018.

Prestasi itu tidak instan diraih Debi. Terlebih, Derbi sempat memiliki mata normal, sebelum akhirnya menyandang disabilitas kategori B1, atau mengalami kebutaan total. 

Diceritakan Debi, dunia para catur baru digelutinya secara intens pada umur 24 tahun. Sebelum itu, dia sempat mengalami stres dan frustrasi saat berusia 14 tahun. Meski begitu, Debi mengaku emang sudah hobi bermain catur sejak kelas 5 Sekolah Dasar (SD), di mana matanya masih normal.

"Saya stres, frustrasi. Bahkan sempat ingin minum sampo, karena ingin mati saja. Saya berpikiran bahwa hidup ini tidak berguna lagi. Beruntung ada orang tua yang terus memberikan semangat hingga akhirnya berprestasi seperti ini," kata Debi seusai seremoni pengalungan medali emas.

"Mereka bilang harus menerima keadaan dan pantang menyerah untuk berjuang. Allah menciptakan kamu itu tidak sia-sia," tambah Debi mengenang ucapan orang tuanya. 

Perlahan tapi pasti, hidup Debi mulai berubah ketika menjadi juara 2 Kejuaraan Nasional 2011. Tren positif itu mengantarkannya menjadi juara di event internasional, seperti ASEAN Para Games 2013 Myanmar, ASEAN Para Games 2015 Singapura dan juga ASEAN Para Games 2017 Malaysia.

Lewat pengalaman itu, kesejahteraan dan kepercayaan diri Debi makin terangkat, karena pemerintah memberikan bonus besar bagi para atlet disabilitas berprestasi. Ia bahkan sudah terdaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berkat sumbangan emasnya di Malaysia.

Di Asian Para Games 2018 ini, bonus miliaran rupiah dan rumah sudah menanti Debi. Kemenpora memang menjanjikan Rp1,5 miliar untuk sekeping emas di nomor perorangan dan sekitar Rp800 juta, apabila menang di nomor beregu. 

"Alhamdullilah, rencananya bonus kali ini bakal saya pergunakan untuk naik haji bersama keluarga. Kemudian, saya juga mau bikin kos-kosan di daerah Tambun, yang merupakan tempat tinggal saya," tutup ibu satu anak tersebut.

Video: Indonesia Tambah 4 Emas dari Cabor Lawn Bowl
 


(RIZ)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.