Hari kedua SEAKF Bangkok, Timnas Karate Koleksi 8 Emas

    Dendi Suharyana - 14 April 2019 13:06 WIB
    Hari kedua SEAKF Bangkok, Timnas Karate Koleksi 8 Emas
    Tim Nasional Karate Indonesia menambah perbendaharaan medali di ajang Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) 2019 di Bangkok, Thailand. (Medcom/Dendi)
    Bangkok: Tim Nasional Karate Indonesia menambah perbendaharaan medali  di ajang Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) 2019 di Bangkok, Thailand. Pada pertandingan hari kedua, Sabtu 13 April.2019, Indonesia mengoleksi 3 medali emas, 7 perak, dan 7 perunggu.

    Dengan tambahan itu, Indonesia kini mengoleksi 8 medali emas, 9 perak, dan 17 perunggu. Sebab, pada hari pertama kejuaraan, Merah Putih sudah meraih 5 emas, 2 perak, dan 10 perunggu. 

    Sumbangan medali emas pada hari kedua itu berasal dari Trie Rantika di nomor kumite -55 kg putri U-21, Joshua Ignatius di kelas -75 kg putra U-21, dan Ari Saputra di kelas -55 kg putra senior.

    Trie menjadi juara setelah menundukkan karateka Malaysia Shahmalaroni Chandran, Joshua mengalahkan karateka Vietnam Do Ba Phuang Nam, dan Ari menjadi yang terbaik setelah menaklukkan wakil Vietnam Vo Van Manh.  

    "Untuk target medali, 8 keping emas yang kami peroleh sampai hari kedua sudah memenuhi target. Tapi semoga saja kami masih bisa menambah medali emas karena besok (Minggu, 14/4) masih ada dua nomor yang dipertandingkan, yakni kumite beregu putra dan putri," ujar manajer timnas Yusran Arief.

    Prestasi yang diraih Timnas Karate tersebut tentu patut diapresiasi. Apalagi, perolehan medali emas tahun ini telah melampaui perolehan tahun lalu,  7 medali emas.

    Dengan koleksi 8 emas, Merah Putih masih berada di posisi ke-4 perolehan medali sementara. Posisi pertama dipegang Vietnam dengan 20 emas, 19 perak, dan 25 perunggu. Diikuti Thailand dengan 13 emas, 8 perak, dan 27 perunggu. Sementara posisi ketiga dikuasai Malaysia dengan 9 emas,  12 perak, dan 16 perunggu atau hanya unggul 1 keping emas atas Indonesia.

    Hasil tersebut memang belum sepenuhnya menjadi gambaran kekuatan SEA Games 2019 Filipina. Karena yang bertanding melibatkan kadet junior, dan U-21. Tapi, setidaknya hal itu bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas. Termasuk  mewaspadai kebangkitan karate Vietnam yang merajai SEAKF 2019.

    "Pada dasarnya untuk strategi menghadapi SEA Games 2019 kami sudah  mengetahui negara-negara mana saja yang harus diwaspadai. Dan pada SEAKF ini Vetnam, Malaysia, dan Thailand full team dengan timnasnya. Mereka juga mengirim dua orang dalam satu kelas. Sementara Indonesia belum menurunkan full team karena timnas kita terbagi dua, yakni ada yang ke Kejuaraan WKF Primer League Maroko," ujar Yusran.

    Sementara itu, Sekjen PB Forki Raja Sapta Ervian menilai  bahwa hasil SEAKF 2019 bisa menjadi salah satu rujukan peta persaingan di SEA Games 2019 Filipina. Karena itu, PB Forki akan terus menggenjot kualitas tim demi menghadapi persaingan sesungguhnya di Filipina. Salah satunya dengan memperbanyak jam terbang atlet baik di dalam maupun di luar negeri.

    "Bahkan, pada Senin (15/4) kami akan mengirimkan tim nasional  lainnya ke Kejuaraan WKF Premier League di Rabat, Maroko. Selain memburu poin Olimpiade 2020, tentu kami ingin mereka juga lebih siap jika mereka terpilih masuk tim SEA Games 2019," tegas Ervian.






    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id