PON 2020

    Panitia Besar PON 2020 Papua Wajib Prioritaskan Empat Venue

    Roylinus Ratumakin - 16 Maret 2020 20:50 WIB
    Panitia Besar PON 2020 Papua Wajib Prioritaskan Empat <i>Venue</i>
    Ilustrasi peralatan cabor dayung saat tiba di Kota Jayapura. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
    PB PON 2020 sudah melakukan enam kali pertemuan, tapi masih ada overlay yang harus dipelajari. Ini yang harus benar-benar dicermati.

    Jayapura: Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua, beserta jajarannya diminta memprioritaskan kesiapan empat venue cabang olahraga (cabor) yakni, layar, dayung, renang perairan terbuka, dan selam.

    Wakil Ketua KONI Pusat, sekaligus Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah PON 2020 Papua Suwarno, mengatakan kesiapan venue, peralatan dan overlay (semua kebutuhan yang menjadi penting, tapi tidak masuk dalam rencana peralatan) serta koordinasi bidang-bidang pendukung dalam pelaksanaan pertandingan, perlu dicermati dengan baik antara PB PON dan Sub PB PON.

    “Ini yang perlu dijadikan prioritas penanganan yang intensif pengawasannya,” kata Suwarno, Senin 16 Maret 2020.

    Suwarno menekankan, setiap venue pasti ada beberapa perlengkapan yang diperlukan, terutama tempat-tempat bertanding yang baru dibangun, sehingga perlu dikoordinasikan antara Tehcnical Delagate (TD) dengan bidang peralatan perlengkapan.

    “Meskipun kami sudah melakukan enam kali pertemuan, terkait peralatan dan perlengkapan, tapi masih ada overlay yang harus dipelajari. Ini yang harus benar-benar dicermati,” ujarnya.

    Khusus GOR Waringin Kotaraja, Kota Jayapura, yang digunakan untuk cabor bulu tangkis, dirinya menilai harus ada beberapa area yang ditutup, dilengkapi dan diperbaiki. Sebab shuttlecock tidak boleh terganggu oleh sinar, sistem pendingin, dan lain sebagainya,” katanya.

    Sementara, Ketua harian Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Provinsi Papua Ganda Siregar, mengatakan setelah diputuskan venue dayung dipindahkan ke Teluk Youtefa, Kota Jayapura, maka pihaknya berharap awal April 2020 seluruh tim dayung sudah bisa pindah ke tempat baru untuk memulai latihan.

    “Awalnya kami di Danau Sentani, tetapi karena faktor angin yang sangat kencang sehingga tim dayung tidak bisa latihan maksimal. Sekarang saja kami hanya bisa latihan pagi sekali, sore hari sudah tidak bisa lagi. Makanya kami sudah buat surat ke KONI agar bisa segera dijawab,” kata Ganda. (Roylinus Ratumakin)

    Video: Mikel Arteta Positif Korona, Seluruh Pemain dan Staf akan Jalani Isolasi




    (RIZ)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id