Kisah Sportcaster Metro TV Valentinus Resa: Dari Hobi Berbuah Gaji

    Alfa Mandalika - 24 November 2020 17:39 WIB
    Kisah Sportcaster Metro TV Valentinus Resa: Dari Hobi Berbuah Gaji
    Sportscaster Metro TV, Valentinus Resa. (Foto: Ist)
    Jakarta: Sebagai stasiun televisi berita terbesar di Indonesia, Metro TV konsisten mengabarkan berita seputar politik, hukum, keamanan, serta ekonomi di Tanah Air. Tidak hanya berita polhukam, Metro TV juga konsisten mengabarkan berita-berita olahraga baik yang terjadi di dalam maupun di luar negeri.

    Nah, salah satu penggawa berita olahraga di Metro TV ialah sportcaster Valentinus Resa. Resa, panggilan karibnya membawakan berita-berita olahraga di Metro TV terhitung sejak 2014 atau tepatnya ketika Piala Dunia Brasil 2014 dimulai.

    Kepada Medcom.id, Resa menceritakan awal mula perjalanan kariernya di Metro TV.

    "Karier saya di Metro TV dimulai pada pertengahan 2011. Saat itu ditempatkan di medcom.id sebagai copywriter selama dua bulan. Lalu, empat bulan di Mata Najwa sebagai staf produksi. Setelah itu saya ditempatkan di redaksi, desk olahraga mulai Februari 2012. Setahun kemudian, saya ikut casting untuk presenter olahraga, dan baru siaran pertama kali pada 2014, bertepatan dengan Piala Dunia Brasil," ujar Resa kepada Medcom.id.

    Resa yang kerap meliput perhelatan F1 dan F2 juga mengatakan, bahwa setiap tugas peliputan selalu menantang bagi dirinya. Dia juga mengatakan, bahwa sebagai seorang jurnalis atau reporter harus aktif dan rajin di lapangan.

    "Setiap liputan adalah pengalaman yang menantang. Karena kita tidak bisa hanya mengandalkan arahan dari produser, kita sendiri harus aktif dan rajin di lapangan untuk membuat konten berita yang berbeda, tentu dengan persiapan yang matang sebelum melakukan liputan. Tidak hanya dari segi konten berita, tapi cara kemasannya pun juga harus berbeda dan menarik, karena televisi adalah sebuah show," sambungnya. 

    Tidak lupa juga, Resa menceritakan pengalaman paling menantang saat bertugas sebagai reporter di lapangan yakni saat meliput langsung Piala Dunia 2018 di Rusia. Sebab, dia tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga turut mengambil gambar hingga ke proses editing.

    "Yang paling menantang adalah saat liputan Piala Dunia Rusia 2018. Saya sebagai reporter tidak hanya bertindak sebagai reporter, tapi juga harus mengerti produksi berita secara menyeluruh mulai dari pengambilan gambar hingga editing. Karena ujung-ujungnya, konten berita yang kita buat merepresentasikan gaya reporter dalam membuat berita. Ditambah lagi berpacu dengan deadline dan jadwal live yang padat menuntut saya harus bisa memaksimalkan waktu yang ada," tutur Resa.

    Resa mengaku beruntung karena bisa bekerja di dunia yang dia sukai yakni olahraga. Alhasil, setiap tugas yang dia terima dijalani dengan enjoy. "Saya termasuk salah satu orang yang beruntung karena apa yang saya pelajari pada masa kuliah bisa diaplikasikan, dan yang terpenting hobi saya bisa menjadi mata pencaharian. Jadi selama menjalankan tugas, enjoy aja," ujarnya. 

    Selanjutnya, jelang ulang tahun ke-20 Metro TV pada 25 November 2020, Resa berharap agar Metro TV terus konsisten mengabarkan berita terbaik dan mencerdaskan bangsa. "Harapan saya, Metro TV panjang umur dan bisa selalu menjaga konsistensinya sebagai tv berita terbesar di Indonesia," pungkasnya.

    (ASM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id