• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Asian Para Games 2018

Menpora Redam Tangis Kegagalan Tim Bola Voli Duduk Putri Indonesia

Kautsar Halim - 11 Oktober 2018 15:23 wib
Menpora Imam Nahrawi saat meredam tangisan Nina Gusmita (Foto:
Menpora Imam Nahrawi saat meredam tangisan Nina Gusmita (Foto: Tesar/Medcom.id)

Jakarta: Menpora Imam Nahrawi mengapresiasi kerja keras tim bola voli duduk putri Indonesia di ajang Asian Para Games 2018. Itu dilakukan meskipun tim bola voli duduk putri Indonesia gagal mempersembahkan medali.

Kegagalan tim bola voli duduk putri Indonesia baru diketahui setelah mereka menghadapi Jepang pada laga perebutan tempat ketiga, Kamis 11 Oktober. Saat itu, mereka kalah dengan skor 1-3 (17-25, 25-19, 17-25 dan 11-25). 

Jalannya laga berlangsung sengit sambil disaksikan suporter Indonesia yang mayoritas pelajar sekolah. Yel-yel dukungan pun tak berhenti menggema di seisi venue Tennis Indoor GBK yang merupakan lokasi pertandingan.

Dengan adanya dukungan itu, hasil kekalahan tentu sangat menyakitkan bagi tim bola voli duduk putri Indonesia. Terlebih lagi, mereka memang ditargetkan untuk merebut perunggu. Tak heran jika akhirnya ada beberapa pemain yang tak kuasa menahan tangis.

Nina Gusmita merupakan salah satu pemain yang terlihat cukup terpukul atas kekalahan tersebut. Ia langsung ditenangkan para rekannya dan juga Menpora Imam Nahrawi yang ikut menyaksikan laga.

"Saya tetap bangga dengan tim bola voli duduk putri Indonesia. Mereka sudah berjuang dengan penuh semangat. Kemudian, terima kasih juga untuk suporter Indonesia yang telah datang dan mendukung di sini," ujar Imam saat ditanya pemandu acara dengan pengeras suara. 

"Tapi, beginilah hasil pertandingan. Kita harus tetap junjung tinggi sportivitas. Jadikan kekalahan ini sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik lagi," tambahnya menutup.

Tangis Mita-sapaan Nina Gusmita akhirnya mulai berubah menjadi senyum setelah Menpora menenangkan dirinya. Setelah itu, seluruh bagian tim juga tidak lupa melakukan penghormatan terakhir kepada para suporter dengan membungkuk di tengah lapangan

Catur Borong 6 Emas untuk Indonesia



(FIR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.