Wabah Virus Korona

    Pertama Sejak Perang Dunia II, Grand Slam Wimbledon Dibatalkan

    Antara - 01 April 2020 20:28 WIB
    Pertama Sejak Perang Dunia II, Grand Slam Wimbledon Dibatalkan
    Novak Djokovic saat menjuarai Wimbledon tahun 2019-AFP/LAURENCE GRIFFITHS
    Federasi Tenis Prancis memicu kontroversi karena secara sepihak memundurkan jadwal Prancis Terbuka yang hanya berselisih satu pekan dari jadwal AS Terbuka.

    Jakarta: Turmamen tenis Wimbledon bakal dibatalkan oleh penyelenggara sehingga untuk kali pertama terjadi sejak Perang Dunia (PD) II, turnamen ini dibatalkan, setelah wabah virus korona menciptakan kekacauan dalam kalender olah raga global, lapor AFP, Rabu 1 April 2020.

    Pembatalan satu-satunya turnamen lapangan hijau Grand Slam di All England Club itu akan membuat musim kompetisi tenis tahun ini berantakan setelah Prancis Terbuka secara kontroversial diubah jadwalnya sehingga semua event dibatalkan sampai 7 Juni.
      
    Wimbledon sedianya digelar dua pekan mulai 29 Juni, di mana Novak Djokovic dan Simona Halep berusaha mempertahankan gelar juaranya.

    Keputusan ini sudah diduga jauh-jauh hari karena dunia kesulitan membendung penyebaran COVID-19 yang sudah menginfeksi sekitar 840.000 orang di seluruh dunia dan sudah menewaskan sekitar 40.000 orang.

    Turnamen-turnamen persiapan menjelang Wimbledon juga otomatis dibatalkan, menyusul pembicaraan pada Selasa, yang melibatkan ketua Wimbledon dan badan-badan penyelenggara tenis.

    Penyelenggara menolak menggelar Grand Slam tanpa penonton dan menganggap penundaan hanya akan menciptakan masalah baru.

    Juara Wimbledon tiga kali Boris Becker, sudah meminta penyelenggara turnamen menunggu waktu lebih lama lagi sebelum mengambil keputusan. Sebaliknya mantan petenis putri nomor satu dunia Amelie Mauresmo, yang menjuarai Wimbledon 2006, menyatakan turnamen Wimbledon tahun ini memang harus dibatalkan.
      
    Pembatalan Wimbledon akan membuat Wimbledon tahun lalu menjadi turnamen Grand Slam lapangan hijau terakhir bagi Roger Federer, Serena Williams dan Venus Williams.
      
    Federer dan Serena akan berumur 40 tahun pada 2021, sedangkan Venus akan berusia 41 tahun.
      
    Petenis Amerika John Isner menyebut pembatalan Wimbledon akan menjadi pil pahit, sedangkan Federasi Tenis Prancis memicu kontroversi karena secara sepihak memundurkan jadwal Prancis Terbuka dari semula 24 Mei menjadi 20 September. Ini artinya hanya berselisih satu pekan dari jadwal AS Terbuka.

    Video: Pamit dari Kepolisian RI, Iwan Bule Pensiun




    (RIZ)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id