Tim Angkat Besi Indonesia Berjaya di Kejuaraan Asian Youth & Junior 2019

    Dendi Suharyana - 23 Oktober 2019 10:20 WIB
    Tim Angkat Besi Indonesia Berjaya di Kejuaraan Asian Youth & Junior 2019
    Tim angkat besi junior Indonesia. (Foto: PB PABBSI)
    Pyongyang: Tim angkat besi junior Indonesia meraih sukses di Kejuaraan Asian Youth & Junior 2019 yang bergulir di Pyongyang, Korea Utara. Setidaknya, ada empat medali emas yang mereka raih.

    Muhammad Faathir yang masih berusia 16 tahun, menyabet tiga medali emas di kelas 61 kg pada Selasa 22 Oktober. Faathir mencatatkan Total Angkatan Snatch (119 kg), angkatan Clean & Jerk (153 kg), dan total angkatan 272 kg.

    Tak hanya tiga emas. Faathir juga sukses memecahkan dua Rekor Dunia dan 3 Rekor Asia. Dua Rekor Dunia berhasil dipecahkan Faathir di angkatan Clean & Jerk dari 149 kg menjadi 153 kg dengan Total Angkatan dari 269 kg menjadi 272 kg (Donen Dogan).

    Sedangkan tiga Rekor Asia yang berhasil dipecahkan Faathir, yakni Total Angkatan Snatch dari 118 kg menjadi 119 kg, Clean & Jerk dari 149 kg menjadi 153 kg, serta Total Angkatan dari 261 kg menjadi 272 kg.

    Lifter putri, Windy Cantika Aisah, yang berusia 17 tahun berhasil meraih satu medali emas dan dua perak di kelas 49 kg. Medali emas dipersembahkan lewat total angkatan Snatch seberat 84 kg, sedangkan di angkatan Clean& Jerk (102 kg), Windy meraih perak.

    Windy juga berhasil memecahkan tiga Rekor Dunia dan Rekor Asia. Rekor Dunia yang berhasil dipecahkan dari total angkatan Snatch 82 kg menjadi 84 kg, Clean & Jerk dari 100 kg menjadi 102 kg, serta Total Angkatan dari 182 kg jadi 186 kg, sekaligus memecahkan Rekor Asia.

    Cantik-sapaan akrab Windy Cantika- yang sebenarnya masuk dalam kategori Youth sengaja tampil di kategori junior demi mendapatkan tambahan Ruby Poin yang merupakan rumus peringkat dunia untuk mendapatkan kuota Olimpiade Tokyo 2020.

    Lifter Indonesia lainnya yang tampil adalah Rizky Juniansyah kelas 67 kg yang meraih tiga medali perak dan Mohammad Yasin (67 kg) yang menyumbang satu medali perak dan satu perunggu.

    Menurut Manajer Pelatnas Angkat Besi, Sonny Kasiran, keberhasilan para lifter junior ini merupakan bukti dari program berkesinambungan regenerasi tim angkat besi Indonesia. dalam keterangan pers dari Pyongyang

    "Kita sudah membuktikan bahwa di level usia bisa meraih prestasi tingkat Asia maupun dunia. Saya berharap agar setibanya di Tanah Air, mereka tetap digembleng di Pelatnas dan tidak terputus. Jika terputus, dikhawatirkan mereka akan disusul oleh lawan dibawahnya, dan untuk mengejarnya butuh waktu yang cukup lama. Biasanya ini yang selalu menjadi masalah di Indonesia," kata Sonny Kasiran dalam keterangan pers. 

    Selain program Pelatnas yang berkesinambungan, lanjut Sonny, pasokan gizi yang cukup sangat diperlukan agar prestasi para lifter muda "The Dream Team' Indonesia tetap terjaga.

    Dalam kesempatan itu, Sonny Kasiran juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung tim angkat besi Indonesia. Khususnya kepada Ketua Umum PB PABBSI Rosan Perkasa Roeslani, Wakil Ketua Umum PB PABBSI Djoko Pramono serta Duta Besar Indonesia untuk Korea Utara Berlian Napitupulu.

     



    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id