Ditahan Imbang Filipina, Tim Polo Air Indonesia Masih Yakin Juara

    Kautsar Halim - 27 November 2019 00:06 WIB
    Ditahan Imbang Filipina, Tim Polo Air Indonesia Masih Yakin Juara
    Suasana laga tim polo air putra Indonesia vs Filipina. (Foto: Istimewa)
    Clark: Tim polo air putra Indonesia masih berpeluang juara. Demikian yang diungkapkan pelatih Milos Sakovich usai skuat Merah Putrih ditahan imbang tuan rumah Filipina dengan skor 6-6 pada laga perdana SEA Games 2019, Selasa 26 November. 

    Bertanding di New Clark Aquatic Centre, pertandingan berlangsung sengit dengan kesuksesan Indonesia yang mampu mengejar ketertinggalan dan membalikkan keadaan. Sayang, tren positif itu gagal dipertahankan pada pengujung laga.

    Tuan rumah memimpin lebih dulu 1-0 ketika laga baru berjalan 2 menit yang kemudian disamakan oleh Muhammad Uwayzul Qarni empat menit kemudian. Pada pertengahan babak kedua, Indonesia langsung membalik keadaan lewat sepasang gol Ridkie Mulia dan satu gol Delvin.

    Filipina juga mampu menambah dua gol lewat Vincent Sicat dan Juan Paolo Serano. Tapi, Indonesia masih mempertahankan keunggulan 4-3 hingga babak kedua berakhir. 

    Pada babak ketiga, Indonesia sudah memperbesar keunggulan lewat Ridjkie Mulia. Namun Filipina tidak menyerah begitu saja dan sukses menyamakan kedudukan menjadi 5-5 lewat gol Reynaldo Salonga dan Teodoro Canete.

    Indonesia kembali memimpin menjadi 6-5 lewat gol Rian Rinaldo saat laga tersisa lima menit. Tapi Juan Paolo Serano bisa membalasnya dan membuat kedudukan imbang 6-6 bertahan hingga pertandingan berakhir.

    Pertandingan polo air putra menggunakan sistem setengah kompetisi dan juaranya ditentukan lewat jumlah poin tertinggi usai menyelesaikan empat pertandingan. Para pesertanya berasal dari Singapura, Indonesia, Thailand, Filipina dan Malaysia.  

    Meski imbang, Timnas Indonesia masih berpeluang meraih emas. Caranya dengan menyapu bersih tiga pertandingan terakhir melawan Thailand (Rabu 26 November), menantang juara bertahan Singapura (Kamis 28 November) dan melawan Malaysia pada laga terakhir (Jumat 29 November). 

    "Saya bertanggung jawab atas hasil imbang ini. Satu poin ini tidak menutup peluang Indonesia meraih medali emas. Asal para pemain bisa tampil maksimal pasti bisa. Sekarang tinggal bagaimana perjuangan para pemain ingin jadi yang pertama, atau mengulangi banyak kesalahan, bukan tidak mungkin akan menempati peringkat paling bawah," ucap Milos Sakovic, Pelatih Indonesia asal Serbia. 

    Saat melawan Filipina, tercatat beberapa peluang emas Indonesia yang belum berhasil. Salah satunya hadiah penalti Ridjkie Mulia dan sedikitnya ada 4 peluang emas lagi yang belum bisa menjadi gol. 

    Manajer tim Reva Deddy Utama mengatakan, tim polo air putra Indonesia harus lebih percaya diri untuk menyambut laga kedua kontra Thailand. Itu dia katakan meskipun Thailand sukses membantai Malaysia dengan skor, 19-5.

    "Kami optimis bisa menang atas Thailand. Yang penting anak-anak harus percaya diri dan tidak membuang peluang mencetak gol," tegas Reva.

    Pertemuan terakhir Indonesia dengan Thailand terjadi pada SEA Games 2017. Saat itu, tim Merah Putih berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor, 9-3. 





    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id