Panpel FIBA Asia Cup 2021 Rapat Perdana, Ini yang Jadi Fokus Pembahasan

    Rendy Renuki H - 22 April 2021 14:34 WIB
    Panpel FIBA Asia Cup 2021 Rapat Perdana, Ini yang Jadi Fokus Pembahasan
    Rapat Panpel FIBA Asia Cup 2021 (Dok. Perbasi)



    Jakarta: Panitia pelaksana (Panpel) FIBA Asia Cup 2021 telah menggelar rapat pleno perdana, Selasa 20 April 2021 lalu. Penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat saat pertandingan menjadi fokus pembahasan dalam rapat tersebut.

    Bagaimana nantinya prokes bisa diterapkan di turnamen bola basket antarnegara Asia yang digelar di Istora Senayan, Jakarta 19-27 Agustus 2021 mendatang. Sehingga bisa menjadi contoh negara lain dalam menggelar turnamen di masa pandemi.

     



    "Ada banyak target atas kepercayaan menjadi tuan rumah FIBA Asia Cup 2021 ini. Namun, saya ingin tekankan kepada seluruh panpel agar kita menggelar turnamen yang diikuti 16 negara Asia ini dengan aman dan memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan negara dan FIBA," kata Ketua Panitia FIBA Asia CUP 2021," Junas Miradiarsyah.

    "Jika kita bisa melakukan itu, tak hanya sukses penyelenggaraan yang bisa diraih, tapi kita juga berhasil mempromosikan kepada dunia bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia berjalan baik," lanjutnya.

    Oleh sebab itu, ia mengharapkan lima bidang yang membidani kepanitiaan FIBA Asia Cup 202I, yakni administrasi, keuangan, operasional, komunikasi, dan marketing-komersial wajib menyertakan dan memenuhi protokol kesehatan di setiap kegiatan yang dilakukan. 

    "Misalnya, bidang operasional. Sejak pemain tiba di Bandara, hingga naik bus menuju hotel, lalu saat berlatih, hingga kemudian bertanding, semuanya harus melewati pentahapan protokol kesehatan yang ketat sehingga bagian tersebut terus terpantau dan aman. Begitu pula dengan bidang-bidang lainnya. Kita harapkan semua bidang punya panduan prokes yang ketat sehingga turnamen ini bisa berjalan lancar," tambahnya.

    Misi yang diemban panpel FIBA Asia Cup Indonesia 2021 memang lebih menantang di tengah pandemi ini. Terlebih FIBA punya kriteria sukses tersendiri yang meliputi venue kompetisi yang berkelas, standar dunia dalam pelayanan dan fasilitas bagi peserta, standar tinggi dalam infrastruktur teknologi dan komunikasi, serta memuaskan seluruh kontingen.

    Meski demikian, rasa optimistis tetap digelorakan agar Indonesia yang pernah sukses besar menggelar Asian Games 2018 Jakarta-Palembang bisa mengulang lagi prestasi tersebut.

    "Kami harus optimistis. Pertama, dukungan total yang diberikan pemerintah. Kedua, pecinta olahraga nasional lagi bergairah lagi setelah hampir dua tahun vakum dari kegiatan olahraga. Dan ketiga, kita harus bangkit dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu dan bisa sukses menjadi tuan rumah yang baik. Kita pernah membuktikan hal itu," tegas Junas.

    Dalam kepanitiaan lokal FIBA Asia Cup Indonesia 2021, Menpora, Zainuddin Amali didaulat menjadi penasehat. Sementara di level pimpinan, Junas Miradiarsyah sebagai Ketua Panitia didampingi oleh dua deputi, yakni Francis Wanandi sebagai Deputy Ketua Bidang I yang membawahi bidang operasional, komunikasi, dan marketing-komersial, dan Ratu Tisha sebagai Deputy Event Director II yang mengkoordinasikan bidang administrasi dan keuangan.

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id