Sesmenpora Sebut Anggaran Pengembangan Olahraga Nasional Masih Minim

    Kautsar Halim - 17 Juli 2020 06:04 WIB
    Sesmenpora Sebut Anggaran Pengembangan Olahraga Nasional Masih Minim
    Sesmenpora Gatot S Dewa Broto (Medcom.id/Rendy Renuki H)
    Jakarta: Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, mengakui bahwa anggaran pengembangan olahraga nasional masih minim. Itu dia katakan jika dibandingkan negara tetangga lainnya.

    Gatot menjelaskan, anggaran olahraga nasional berada di angka 0,03 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sedangkan Australia menganggarkan dana olahraga 0,1 persen, Thailand 0,2 persen, dan Singapura 4 persen dari total APBN negaranya.

    "Ini menjadi PR kami di Kemenpora yang juga selama ini telah dibantu oleh Fraksi PKS, kami juga harus memiliki justifikasi yang kuat agar anggaran keolahragaan bisa meningkat," kata Gatot dalam Webinar bersama Fraksi PKS DPR RI, Kamis (16/7/2020).

    Menurutnya, Kemenpora saat ini bergerak cepat dalam menyusun grand design dan peta jalan keolahragaan nasional sebagai fondasi kuat untuk pembinaan olahraga nasional. Apalagi, Indonesia sedang berjuang menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. 

    "Arahan Bapak Presiden jelas, yakni ikut bidding Olimpiade 2032. Untuk itu, kita siapkan dari sekarang pembinaan para atlet usia 10-12 tahun dan di tahun 2032 para atlet ini sudah mencapai puncaknya untuk meraih prestasi," jelas Gatot. 

    Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali juga menegaskan bakal merevisi UU Tahun 2015 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN). Tujuannya, guna memperkuat fondasi pembinaan atlet nasional yang dinilainya masih lemah.

    Sementara itu masih dalam kesempatan yang sama, Ketua Fraksi Partai PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan akan mendorong UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) sebagai jembatan terciptanya basis olahraga nasional yang ideal. 
    UU SKN diyakini bakal berkualitas jika didukung dengan regulasi yang memadai. 

    "Kita ingin menyerap masukan dari berbagai pihak atas revisi UU SKN tahun 2005. Kami ingin ada keseimbangan antara prestasi dan kesejahteraan atlet. Kami yakin jika kesejahteraan atlet diperhatikan maka atlet akan fokus meningkatkan prestasinya untuk mengharumkan nama bangsa di event nasional dan internasional," ujar Jazuli. (ANT)


    (KAH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id