Kritik dari Piala Raja untuk Timnas Basket

    Ahmad Mustaqim - 13 September 2019 23:59 WIB
    Kritik dari Piala Raja untuk Timnas Basket
    Konferensi pers Piala Raja-Jogja Istimewa (Medcom.id/Mustaqim)
    Yogyakarta: Turnamen Piala Raja-Jogja Istimewa Cup 2019 akan berusaha konsisten melibatkan atlet basket lokal. Sebab, ada keterbatasan atlet basket Tim Nasional (Timnas) dan biasanya hanya mengandalkan yang terdaftar saja. 

    Turnamen yang masuk tahun kedua ini mengajak Timnas untuk terlibat. Bersama tim tuan rumah Bima Perkasa Jogja, turnamen ini juga diikuti tim peserta Indonesia Basket League, semacam Amarta Hangtuah, Pasifik Caesar, Satya Wacana, dan Pelita Jaya. 

    Pelatih Kepala Bima Perkasa, Raul Miguel, mengatakan turnamen Piala Raja perlu rutin digelar setiap tahun. Ia mengatakan cabang olahraga basket kurang mendapatkan agenda rutin yang sebetulnya bermanfaat menambah pengalaman para atlet nasional dan lokal. 

    "Turnamen bola basket sangat kurang. Kita perlu banyak pertandingan. Turnamen ini jadi wacana nasional yang sudah masuk kalender mereka (tim-tim basket)," ujar Raul dalam sesi konferensi pers di Gedung BPD DIY Jalan Tentara Pelajar Yogyakarta, Jumat (13/9/2019). 

    Ia menyoroti posisi Timnas Basket yang diproyeksi ke SEA Games dan dalam tahap seleksi. Menurut Raul, Timnas sejauh ini hanya memanggil pemain yang ada di daftar federasi. 

    "Dengan event ini akan bisa melihat pemain dari daerah. Bisa memungkinkan pemain (baru di Timnas) masuk atau bongkar pasang di Timnas. Mudah-mudahan kita bisa sinergi, baik sistem dan fisik," ujarnya. 

    Ia menilai, turnamen lokal itu sekaligus mengangkat animo olah raga basket di Kota Gudeg dan sekitarnya. Tak hanya itu, Raul juga ingin timnya bisa mendapat banyak pengalaman, atau bahkan memenangkan tiap pertandingan. 

    "Memang ini berat. Kita juga kekurangan jam terbang. Mudah-mudahan kami bisa menemukan kekompakan tim. Ini ajang untuk memperlihat sejauh mana kemampuan setiap tim," ucapnya. 

    Presiden Klub Bima Perkasa Jogja, Edy Wibowo, mengatakan turnamen ini sangat memungkinkan untuk mengundang tim luar negeri untuk terlibat. Misalnya, mengundang tim dari ASEAN Basketball League. 

    "Namun dengan pemberlakuan syarat dengan pemain lokal. Seperti dari Singapura dan Filipina," ungkapnya. 

    Ia berharap turnamen mini ini bisa dimanfaatkan seluruh pemain lokal untuk meningkatkan kemampuan. Minimal, adanya kesempatan bermain bisa menambah jam terbang. 

    Video: KPAI dan PB Djarum Sepakat Audisi Bulu Tangkis Tak Dihentikan

     



    (GRG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id