• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Asian Para Games 2018

Mengintip Peluang Emas dari Cabor Para Bulu Tangkis

Alfa Mandalika - 12 Oktober 2018 08:42 wib
Logo Asian Para Games (Foto: asianparagames2018.id)
Logo Asian Para Games (Foto: asianparagames2018.id)

Jakarta: Kejuaraan penyandang disabilitas Asian Para Games (APG) 2018 Jakarta mulai memasuki hari-hari terakhir dan Indonesia selaku tuan rumah terus mengejar perolehan emas meski target sudah terpenuhi.

Hingga hari ketujuh pelaksanaannya, kontingen Indonesia telah mengumpulkan 24 medali emas, 33 perak dan 39 perunggu sedangkan targetnya adalah 17 emas. Sementara untuk posisi puncak diduduki Tiongkok dengan 137 emas, 69 perak dan 49 perunggu.

Kendati demikian, upaya pemain Indonesia untuk terus mengejar medali tidak mengendur lantaran salah satu cabang favorit yang saat ini memulai babak final dari para bulu tangkis. Ada sembilan medali emas yang bakal diperebutkan di Istora Senayan, Jakarta.

Dua peluang meraih emas sudah di depan mata setelah Leani Ratri Oktila melaju ke final untuk dua nomor sekaligus yaitu tunggal puti SL4 dan ganda putri SL3-SU5 yang berpasangan dengan Khalimatus Sadiyah Sukohandoko. Pada final tunggal putri SL4, Leani Ratri Oktila menghadapi lawan tangguh asal Tiongkok, Hefeng Chang. Sedangkan pada nomor ganda putri, salah satu andalan Indonesia yang berpasangan Khalimatus akan berhadapan dengan ganda Tiongkok, Hefeng Chang-Huihui.

Melihat peluang memang cukup terbuka, namun Leani mempunyai catatan buruk saat menghadapi Hefeng. Namun, pada Asian Para Games 2018 ini, ia mengaku akan habis-habisan, apalagi pada kejuaraan empat tahunan ini digelar di rumah sendiri.

"Kalau sekarang persiapan hampir 10 bulan lebih, terus kalau lihat dari pertandingan kemarin saya, kami, cukup optimistis," kata Leani Ratri seperti dilansir Antara, Jumat 12 Oktober 2018.

Pada cabang para bulu tangkis, Indonesia menargetkan mampu meraih empat medali emas. Saat ini, satu emas sudah diraih lewat nomor beregu putra. Selain dari tunggal putri dan ganda putri, peluang emas juga terjadi pada nomor tunggal putra maupun ganda putra.

Selain bulu tangkis, dua hari menjelang Asian Para Games 2018 ditutup ada 12 cabang olahraga lain yang memperebutkan medali emas. Cabang para atletik menjadi yang terbanyak yaitu 30 medali emas disusul renang dengan 16 emas serta catur 12 emas.

Baca: Made Arianti Targetkan Tampil di Paralimpiade Tokyo


Para catur yang sudah menyumbang enam medali emas tiga perak dan tiga perunggu dari catur standar, terus berupaya mengejar emas dari nomor catur cepat. Hal tersebut juga diakui oleh manajer timnas catur Indonesia Heri Isranto. 

"Kita masih optimistis, masih ada peluang emas. Secara grafik, prestasi atlet catur Indonesia di kategori catur cepat hingga babak keempat mengalami peningkatan," kata manajer timnas catur Indonesia Heri Isranto.

Menurut dia, peluang emas akan terlihat pada babak kelima yang dipertandingkan di GOR Cempaka Putih Jakarta, Jumat 12 Oktober. Beberapa atlet catur Indonesia banyak yang memimpin seperti dari kelas VI-B1 (tuna netra) melalui Edy Suryanto dengan 3,5 poin. Berikutnya sektor putri ada Tati Karhati dengan 3,5 poin.

Di kelas PI (daksa) perorangan pria Maksum Firdaus mendapat 2,5 poin dan Sutikno 3 dan untuk putri ada Simanja Nasip Farta, Roslinda Manurung dan Yuni. Sedangkan kelas B2/B3 perorangan pria ada Gayuh Satrio mendapat 3 poin dan untuk putri ada Sedangkan untuk putri ada Aisah Wijayanti Brahmana mendapat 2,5 poin.

Catur akan memperebutkan 12 medali emas. Sedangkan Indonesia sebelumnya menargetkan empat emas dan semuanya sudah terpenuhi bahkan sudah melebihi target.

Selain bulu tangkis dan catur, cabang olahraga yang memperebutkan medali emas adalah atletik, renang, balap sepeda, lawn bowl, tenis meja, boccia, angkat berat, tenis kursi roda, goalball, menembak dan basket kursi roda.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Peran Relawan di Asian Para Games 2018


(ASM)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.