Batal Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032, Begini Reaksi Indonesia

    Rendy Renuki H - 21 Juli 2021 21:04 WIB
    Batal Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032, Begini Reaksi Indonesia
    Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (Dok. NOC Indonesia)



    Jakarta: Indonesia dipastikan batal menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 mendatang usai Komite Olimpiade Internasional mengesahkan Brisbane, Rabu 21 Juli 2021. Batal jadi tuan rumah Olimpiade, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) pun angkat bicara.

    Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari lebih memilih tenang menyikapi keputusan tersebut. Dia mengatakan segala kemungkinan bisa terjadi karena waktu penyelenggaraan masih cukup panjang.

     



    "Ibarat peribahasa 'Genggam Bara Api, Biar Menjadi Arang', artinya, lakukan segala sesuatu dengan kesabaran. Penetapan (Brisbane) tidak membuat kami mundur (menjadi tuan rumah Olimpiade),” kata Oktohari di Tokyo lewat pernyataan resminya, Rabu 21 Juli 2021. 

    Brisbane diterapkan menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 melalui pemungutan suara oleh IOC Member pada IOC Session di Jepang, sore tadi. Sebelum dibawa dalam rapat IOC, Ibu Kota Queensland ini ditetapkan menjadi satu-satunya kandidat yang berstatus targeted dialogue.

    Bidding tuan rumah Olimpiade 2032 menggunakan format baru. Negara yang berminat menjadi penyelenggara pesta olahraga terakbar empat tahunan di dunia harus melewati sejumlah tahapan, dimulai dari Interested Party, Continuous Dialogue, Targeted Dialogue yang kemudian menjadi Preferred Host.

    Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan (Future Host Commission) menjadikan waktu mendaftarkan dokumentasi legal menjadi indikator penting dalam penetapan tahapan. Brisbane sendiri sudah mulai menyiapkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 sejak 2015.

    Sementara itu, persiapan Indonesia dimulai setelah sukses menyelenggarakan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dan Asian Para Games Jakarta.

    “Indonesia statusnya Continuous Dialogue, dan hanya satu Targeted Dialogue saja yang dipilih oleh Future Host Commission yaitu Brisbane. Kami tidak akan mundur dan ingin tetap berjuang menjadi tuan rumah Olimpiade dengan menjadi satu-satunya Targeted Dialogue untuk Olimpiade 2036,” terang Okto.

    Dalam jumpa pers Juli lalu, Presiden IOC Thomas Bach menjelaskan kandidat negara yang saat ini menjalani proses bidding berpotensi mengambil bagian melanjutkan proses untuk menjadi tuan rumah 2036 atau 2040.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id