comscore

Ali 'Jordan' Budimansyah Pilih Bola Basket karena Sepak Bola Sering Berantem

Kautsar Halim - 14 Mei 2022 19:07 WIB
Ali Jordan Budimansyah Pilih Bola Basket karena Sepak Bola Sering Berantem
Ali Budimansyah. (Foto: Tangkapan layar YouTube Metrotvnews)
Jakarta: Ali 'Jordan' Budimansyah mengaku lebih menyukai sepak bola sebelum memilih fokus menggeluti olahraga bola basket yang membesarkan namanya hingga kini. Tapi, kecintaannya terhadap sepak bola tidak didalami karena faktor lingkungan yang kurang mendukung.

Berbicara dalam program Metro Sport Podcast di YouTube Metrotvnews, salah satu legenda bola basket Indonesia itu menjelaskan bahwa dirinya tumbuh di bilangan Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, yang lingkungan pergaulannya cukup keras.
Kemudian sama seperti anak-anak kecil pada umumnya kala itu, Ali pun mengalami bermain bola plastik dan menjadikan sandal sebagai gawangnya. Tapi, dia terpaksa mengurangi bermain sepak bola karena sering memicu perkelahian.

"Awalnya sebagai anak kampung, saya lebih suka sepak bola, termasuk merasakan main bola plastik dan menjadikan sandal sebagai gawang. Kemudian saya juga pernah ikut kejuaraan-kejuaran tarkam (antar kampung)," kata Ali kepada host Metro Sport Podcast, Boy Noya.

"Cuman yang saya kesal dari sepak bola, mungkin karena wilayah tempat tinggal juga yang wilayah gangster, jadi suka berantem tuh setelah main bola," tambahnya.

"Saya sih nakal, dan bukannya takut berantem juga. Tapi, enggak enak saja kalau setiap pulang (main sepak bola) berantem, ada yang bonyok, ada yang nangis. Terus kalau anak-anak kecilnya ngadu, setelah itu anak-anak besarnya juga ikut berantem," lanjut Ali. 

Beruntungnya, Ali memiliki keluarga yang kakak-kakaknya berkecimpung di dunia bola basket, terlebih Bambang Hermansyah yang namanya juga cukup harum di kancah bola basket nasional. Jadi setelah galau dengan sepak bola, Ali pun dilatih oleh Bambang hingga menjadi pemain junior paling berpotensi kala itu.

Ali sudah menjadi salah satu pemain timnas utama bola basket Tanah Air ketika berusia 17 tahun atau saat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia FIBA 1993.  Dari situ, kariernya makin menanjak hingga akhirnya terpilih sebagai skuad Asia All Star bersama Sonny Hendrawan.

Julukan Jordan pun disematkan untuknya karena piawai meniru gerakan-gerakan legenda bola basket NBA, Michael Jordan. Selain itu, Ali juga pernah membantu timnas bola basket Indonesia menyabet perunggu SEA Games 1993 dan perak SEA Games 2001.

(KAH)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id