Tim Sepeda Road Race Indonesia Sulit Bersaing Menuju Olimpiade

    Kautsar Halim - 30 April 2019 19:36 WIB
    Tim Sepeda Road Race Indonesia Sulit Bersaing Menuju Olimpiade
    Etape kedua Tour De Linggarjati 2016 dengan jarak 121,3 kilometer tersebut dimenangkan pembalap sepeda Aiman Cahyadi dari PGN Road Cycling Team. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
    Aiman Cahyadi menjadi pembalap Indonesia yang paling banyak menyumbang poin di ajang Road Cycling Championship (ACC) 2019 di Uzbekistan. Padahal, masih ada empat nama lain yang ikut diturunkan.

    Tashkent: Timnas balap sepeda Indonesia hanya membawa pulang 29 poin dari kejuaraan Asian Road Cycling Championship (ACC) 2019. Pencapaian itu merupakan jumlah total dari seluruh pembalap yang diturunkan.

    "Memang benar, tapi itu poin keseluruhan. Pembalap kita yang paling banyak dapat poin adalah Aiman Cahyadi, yakni 20 poin," kata manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa 30 April.
     

    Klik: Klasemen Para Pembalap Usai F1GP Azerbaijan


    Dalam event di Tashkent pada 23-28 April itu, Indonesia menurunkan empat atlet. Sendy Nur Hasan dan Jamal Hibatulloh dipercaya tampil untuk kategori U-23, sedangkan Aiman Cahyadi, Bambang Suryadi dan Jamalidin Novardianto di kategori senior.

    Dengan tambahan 29 poin dari Kejuaraan Asia ini, kata Budi, Indonesia masih bertahan di posisi 71 dunia dengan total raihan 52 poin. Sementara, untuk posisi puncak kualifikasi Olimpiade 2020 dipegang Belgia dengan koleksi 6.352 poin.
     

    Klik: Sirkuit Karate Pelajar, Ajang Pembinaan Atlet di Malang


    Kondisi tersebut membuat timnas balap sepeda Indonesia bekerja lebih keras demi lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Mereka harus lebih rajin turun di berbagai event internasional dan salah salah satunya tour di Tiongkok.

    "Saat ini, kami masih menunggu konfirmasi resmi dari Federasi Balap Sepeda Tiongkok untuk mengikuti tour di sana," kata Budi.

    Sementara itu, Aiman Cahyadi saat dikonfirmasi mengatakan, tidak mudah untuk mendapatkan 20 poin di Uzbekistan. Selain harus menghadapi lawan yang tangguh, dia juga berjuang dengan cuaca dingin yang menyelimuti Kota Tashkent.

    "Kita sudah berusaha sekuat mungkin. Tapi pas ITT cuacanya hujan besar dan dingin sekali, hingga 4 derajat.
    Saya kedinginan dan agak sesak nafas. Alhamdulillah masih dapat 20 poin di road," tutur Aiman.

    Sebagai pebalap Indonesia punya koleksi poin paling banyak, Aiman mengaku tidak akan menyerah mengejar poin Olimpiade 2020. Tapi katanya, semua tergantung dari dukungan PB ISSI maupun PGN Cycling Team yamg menaunginya saat ini.

    "Kemarin-kemarin klub kami enggak dapat invitasi dari beberapa lomba. Jadi enggak bisa raih poin juga. Kita berharap bisa ikut banyak lomba UCI," tutup pembalap  ranking 38 di Asia tersebut. (ANT)





    (KAU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id