Stefer Rahardian Hadapi Tekanan Meningkat Jelang Duel di Istora

    Rendy Renuki H - 17 Oktober 2019 12:31 WIB
    Stefer Rahardian Hadapi Tekanan Meningkat Jelang Duel di Istora
    Petarung Indonesia Stefer Rahardian (Kanan) (Istimewa)
    Jakarta: Petarung kelas ringan Indonesia Stefer Rahardian menghadapi tekanan meningkat jelang pertarungan One: Dawn of Valor di Istora Senayan, Jakarta, Jumat 25 Oktober. Pasalnya petarung berjuluk The Lion itu belum merasakan kemenangan sejak Mei 2018.

    Bahkan petarung kelahiran Jakarta itu telah kalah pada empat pertandingan terakhirnya. Kesempatan kembali ke jalur kemenangan pun dimilikinya saat akan berhadapan dengan sesama petarung Indonesia Adrian Mattheis.

    Bagi Stefer, ia tidak terlalu khawatir menghadapi Adrian, meski lawan memiliki rekor empat kemenangan beruntun. Tekanan justru hadir dari rekor kekahalannya yang diakuinya cukup menghantui jelang pertandingan.

    "Tekanan yang saya rasakan lebih banyak berasal dari kekalahan beruntun saya, bukan dari kemenangan beruntunnya," kata petarung berusia 32 tahun itu.

    "Yang saya fokuskan adalah untuk selalu melakukan lebih baik daripada pertarungan terakhir saya, menang atau kalah, saya mendorong diri saya di tempat latihan untuk menunjukkan performa terbaik saya," sambungnya.

    Kekalahan beruntun empat pertarungan tentu saja memprihatinkan, dan Stefer percaya bahwa kesulitannya berasal dari ketidakmampuan untuk menyatukan semua dalam hal bakatnya.

    "Saya merasa bahwa alasan untuk kekalahan saya adalah pengalaman. Saya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk belajar meningkatkan segalanya, tetapi menjadi sempurna membutuhkan waktu, jadi saya terus menghabiskan lebih banyak hidup saya untuk menjadi petarung yang lebih baik dan versi terbaik dari diri saya," kata Stefer.

    Menambah sedikit tekanan, Stefer mengakui, itu adalah fakta bahwa ia akan mencari jalan keluar dari keterpurukannya di kota kelahirannya. Tentu saja, ada kebutuhan untuk tampil baik di depan teman-teman dan keluarganya, serta para penggemar yang mendukungnya.

    "Ada perasaan gelisah untuk bertarung di hadapan penggemar negara asal saya. Saya merasa nyaman tetapi juga ada sedikit tekanan pada saat yang sama."

    "Saya tidak merasa itu berdampak pada performa saya, saya melakukan yang terbaik untuk fokus pada perjuangan saya saat saya berada di atas ring," lanjutnya.

    Ada pun karena harus menghadapi sesama petarung Indonesia yaitu Adrian, Stefer mengatakan itu bukan pengalaman baru bagi dirinya sendiri maupun untuk lawannya.

    "Selalu ada sedikit keraguan dalam menghadapi semua orang, apakah orang Indonesia atau bukan, selalu ada perasaan senang dan tertekan. Kami berdua pernah berada disana sebelumnya, untuk menghadapi sesama orang Indonesia di negara kami sendiri, tetapi saya siap untuk ini," jelas Stefer.

    Stefer percaya bahwa ia memiliki keunggulan dalam pengalaman atas Adrian yang lebih muda.

    "Saya telah menyaksikan dia bertarung, dan saya yakin dia telah melakukan hal yang sama. Kami berdua juga telah memiliki kesempatan untuk bertarung dengan petarung yang sama yaitu Himanshu Kaushik. Saya pikir dia adalah petarung yang hebat, bagi semua orang. Dia lebih muda dan penuh energi, dia juga dapat menghibur."

    "Dia kuat tetapi saya bisa mengatakan bahwa pengalaman saya diatas dirinya. Saya belajar banyak dari masa lalu dan bekerja keras setiap hari untuk membuktikan bahwa saya selalu lebih baik dari kemarin," pungkasnya.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id